Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gaya Hidup

Bolehkah Mencukur Area Kewanitaan? Baca Saja Caranya di Sini

Bila kebersihannya dijaga, wanita akan terhindar dari risiko iritasi dan gangguan kesehatan lainnya.

Editor: Uploader bali

TRIBUN-BALI.COM - Area kewanitaan merupakan bagian penting wanita yang sensitif. Bila kebersihannya dijaga, wanita akan terhindar dari risiko iritasi dan gangguan kesehatan lainnya.

Karena itu, sebagai bagian dari perawatan, para wanita kerap mencukur dan mencabut rambut di area kewanitaan atau waxing.

Nah, seberapa penting sih waxing bagi para wanita?

Menurut dr Dian Wijayanti, Medical Affairs Manager PT Sanofi-Aventis Indonesia, mencukur dan melakukan waxing rambut di area kewanitaan sah saja dilakukan.

Bahkan pusat jasa perawatan waxing khusus wanita itu makin banyak beredar di masyarakat.

"Mencukur bisa saja karena kalau rambutnya berlebihan. Biasanya ingin dirapikan. Namun, tidak disarankan untuk mencukur habis, karena secara fisiologis, rambut diperlukan untuk melindungi area V," ujar dr Dian pada konferensi pers Lactacyd White Intimate di Locanda Restaurant, Rabu (17/12/2014).

Masalah lain pada area kewanitaan yang kerap dikeluhkan oleh para wanita adalah bau tidak sedap yang dapat mengganggu kepercayaan diri dan penampilan.

Menurut dr Dian, bau tidak sedap pada area kewanitaan muncul karena beberapa faktor, seperti faktor hormonal, jamur, maupun faktor lainnya.

Selain itu, keringat dan kondisi area kewanitaan yang lembab dapat menimbulkan bau tak sedap.

Dr Dian mengungkapkan, pada dasarnya area intim wanita tidak mengeluarkan bau apapun.

Bau tidak sedap dapat hilang apabila area kewanitaan secara teratur dibersihkan dengan menggunakan pembersih yang sesuai kebutuhan.

Jadi, apabila setelah dibersihkan tapi vagina masih mengeluarkan bau tidak sedap, dr Dian merekomendasikan untuk segera berkonsultasi ke dokter.

"Area V sebenarnya tidak berbau amis atau apapun, kalau bau tidak enak tetap muncul, lebih baik konsultasi ke dokter, apakah ada bakteri atau infeksi di area V," ungkap dr Dian. (Sakina Rahma)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved