Gadget Style

CDMA Masih Tunggu Konversi ke 4G LTE

Perlancar Pengalaman Berselancar di Dunia Maya

Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani

Konektivitas yang ditawarkan CDMA cenderung lebih stabil, daripada teknologi yang menggabungkan operator seluler dan provider internet bersamaan.

TRIBUN-BALI.COM - Menjamur jaringan nirkabel baru, yakni 4G LTE menggiurkan sebagian pelanggan ponsel pintar untuk mengubah jaringan pada perangkat mereka ke jaringan yang mampu menangkap frekuensi 4G LTE.

Pasalnya, jaringan ini diklaim memiliki akselerasi yang cepat. Sehingga bisa memperlancar pengalaman berselancar di dunia maya.

Beberapa operator seluler dan provider internet berbasis GSM mulai menawarkan jaringan 4G LTE yang berbasis pada frekuensi 2300 MHz ini.

“Mau pakai jaringan apapun, kelebihan CDMA adalah kestabilan konektivitas. Ada kemungkinan CDMA juga akan beradaptasi dengan jaringan 4G LTE,” tutur Sales Customer salah satu provider CDMA Smartfren, Boby Hermanto, ketika ditemui di ruangan kerjanya di gerai Smartfren, jalan Pulau Kawe, Denpasar, Senin (26/1/2015).

Meski demikian, pelanggan CDMA tak perlu merisaukan kualitas dan performa jaringan CDMA dengan kehadiran 4G LTE.

Sebab, CDMA memiliki kelebihan sendiri, yakni dengan menerapkan teknologi yang membuat separasi atau pemisah antara operator seluler dan provider internet.

Sehingga, konektivitas yang ditawarkan CDMA cenderung lebih stabil, daripada teknologi yang menggabungkan operator seluler dan provider internet bersamaan.

CDMA sendiri bekerja pada frekuensi 1900 MHz, sedangkan 4G LTE sudah pada 2300 MHz, sehingga mampu menawarkan akselerasi yang lebih tinggi.

Kecepatan yang dicapai CDMA pun rata-rata cukup memadai yakni bisa mencapai 3,5 MBps. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved