Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Model Ganteng Ini Memilih Bisnis Cuci Helm di Denpasar

Kebanyakan orang tidak ingin meninggalkan zona nyaman karena menyadari merintis usaha ini berat

Tayang:
Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Agung Yulianto

Sebuah motor kuno merah beratap dan lengkap dengan boks pada bagian belakangnya, terlihat menarik perhatian setiap mata yang memasuki Pertokoan Sudirman Agung, Denpasar, Selasa (27/1/2015). Spanduk bertuliskan “Ini Cuci Helm Bukan Cuci Otak” membuat setiap yang membacanya selalu ingat. Inilah armada yang menawarkan jasa cuci helm.

MEMASUKI tenda putih dengan tulisan Mister Helm, tempat armada tersebut parkir, sesosok pria berpakaian necis dengan wajah bak artis tampak sedang membersihkan helm dengan tangannya. Noda hitam terlihat mengotori baju putihnya. Namun, pemilik Mister Helm ini, Rizky Pramadhi, begitu asik menyelesaikan pekerjaannya.

“Saya memiliki passion di sini jadi tidak takut kotor. Memang, gengsi adalah lawan terbesar dalam memulai usaha ini, malah pernah terjadi temen saya sampai crosscheck karena ada temannya yang melihat saya membersihkan helm di dekat kantor Samsat. Teman tidak menyangka saya mengerjakan ini,” ujar Alumni Fakultas Ekonomi, Undiknas Denpasar ini seraya tersenyum.

Menurutnya, pekerjaan ini tidak merugikan orang lain sehingga membunuh rasa gengsi dalam dirinya dengan menanamkan visi dan tujuannya ke depan dengan bisnis ini.

Pria kelahiran 13 Mei 1988 ini mengatakan, ke depannya dia ingin menambah armada di Denpasar untuk digunakan menawarkan jasa cuci helm keliling.

"Untuk itu saya harus konsisten. Kebanyakan orang tidak ingin meninggalkan zona nyaman karena menyadari merintis usaha ini berat. Ini tantangan bagi saya merintis usaha sendiri dari nol mumpung masih muda,” katanya.

Keputusannya memilih cuci helm sebagai bisnis pertamanya bukan sekadar iseng, tetapi melalui analisa yang cukup panjang. Melalui berbagai pertimbangan, dia melihat usaha cuci motor sudah banyak, kalau jual beli motor memerlukan modal besar.

Dia memutuskan cuci helm karena pada umumnya seseorang memiliki lebih dari satu helm dan pasti butuh untuk dibersihkan.
Dengan modal motor tua yang Rizky gunakan saat SMA, putra pasangan Putu Sandy Senjaya dan Yunni Hartati ini kemudian membuka usahanya pada 2013 lalu dengan konsep awal cuci helm keliling.

“Kami melakukan inovasi usaha cuci helm karena dilakukan keliling, ibaratnya jemput bola. Tempat yang paling sering saya singgahi sebelumnya di depan Kantor Samsat di Jalan Tantular. Ternyata dalam perjalanannya, konsumen sering bertanya katanya kesulitan mencari karena kita keliling. Saya kemudian memilih lokasi di pertokoan ini untuk tempat tetap dan untuk kelilingnya recana nanti akan menyiapkan satu armada lagi,” jelas pria yang juga model catwalk ini.

Motor itu dilengkapi boks berukuran 80x80 sebagai tempat alat-alat untuk membersihkan helm, seperti cairan pembersih, spon, dan sikat. Yang dibersihkan adalah semua bagian helm, mulai dari spon bagian dalamnya diberikan pembersih dan pelembut. Sedangkan bagian batok dan kaca diberikan pembersih dan pengkilap.

“Semuanya kita kerjakan secara manual sehingga hasilnya bisa lebih bersih. Satu helm bisa dikerjakan 20 sampai 30 menit dengan tingkat kotorannya normal, seperti karena kena keringat atau debu. Dalam beberapa kasus kita menemukan kotorannya numpuk, itu bisa dikerjakan selama satu jam,” jelas putra kedua dari tiga bersaudara ini.

Tarif cuci untuk helm dengan kotoran normal Rp 20 ribu-Rp 25 ribu. Sedangkan kotoran yang sudah membandel atau Rizky menyebutnya sebagai kotoran super, tarifnya Rp 35 ribu per helm.

Rata-rata Rizky mengerjakan pesanan 15 helm per hari. Jika pekerjaan ini dilakukan keliling, menurutnya hasilnya bisa lebih banyak.
Dengan moto Tiada Hasil Tanpa Suatu Proses, Tiada Pencapaian Tanpa Suatu Perjuangan membuat Rizky semakin mantap menjalankan usaha ini. Meski orangtuanya menawarkan untuk meneruskan usaha Toko Bangunan, saat ini Rizky lebih memilih belakar dari nol membangun usaha.

“Yang paling berkesan ketika kotoran helm pelanggan itu numpuk dan bisa kita buat jadi bersih, ada kepuasan dari diri sendiri, puas karena menyelesaikan tugas,” ujarnya.

Mister Helm yang buka setiap Senin sampai Sabtu ini menyediakan helm pengganti jika pelanggan mendesak untuk bepergian sebelum helm selesai dikerjakan. Ini merupakan suatu fasilitas agar konsumen tidak perlu menunggu helmnya dan mereka merasa nyaman. (ida ayu made sadnyari)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved