Suhu Politik Masih 'Panas', Rupiah Melorot ke Rp 12.600 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada Jumat (30/1/2015) pagi kembali terpuruk, hingga menembus 12.600.

Suhu Politik Masih 'Panas', Rupiah Melorot ke Rp 12.600 Per Dollar AS
Istimewa
Valuta asing dengan mata uang jenis dolar Amerika 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada Jumat (30/1/2015) pagi kembali terpuruk, hingga menembus 12.600.

Data Bloomberg pukul 08.53 WIB, mata uang Garuda melorot ke posisi Rp 12.616 per dollar AS dibanding penutupan kemarin pada 12.582.

Kembali naiknya indeks dollar AS menekan posisi mata uang garuda. Indeks dollar AS kembali naik setelah jobless claims AS diumumkan turun semalam waktu Indonesia. Penguatan indeks dollar AS ini bersamaan dengan naiknya imbal hasil US Treasrury serta Indeks S&P 500.

Pada saat bersamaan, walaupun beberapa data di Zona Euro membaik, mata uang euro tetap melanjutkan tren pelemahannya. Inflasi Zona Euro dan GDP AS adalah yang paling ditunggu hari ini.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, keduanya diperkirakan lebih rendah dari sebelumnya. Merespon hasil FOMC meeting dini hari kemarin, dollar AS menguat di Asia. Rupiah melemah tajam bersama dengan pelemahan IHSG walaupun hanya tipis.

Pemerintah dan DPR akhirnya menyepakati asumsi APBN 2015 di mana tidak ada kejutan berarti. Sementara itu panasnya kondisi politik masih belum akan mereda; Joko Widodo bertemu dengan Prabowo sementara Budi Gunawan menolak panggilan KPK.

Fokus investor akan perlahan beralih pada angka inflasi (diperkirakan turun ke 7,25 persen secara tahunan) dan neraca perdagangan (diperkirakan surplus tipis) yang akan diumumkan Senin (2/2/2015) mendatang.

"Rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pelemahan hari ini," demikian Riset Samuel Sekuritas Indonesia, pagi ini.(*)

Editor: Iman Suryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved