Beauty

Jati Dirimu Terbaca Melalui Kuku Loh, Ini Alasannya

Pemilik Rumah Cantik Skin Care & Salon ini mengaku rutin mengganti hiasan kukunya karena baginya kecantikan kuku adalah jati dirinya.

Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Uploader bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gek Cindy Ariani Libra menunjukkan kuku tangannya yang dihiasi nail art. Taburan nail stone menambah kerlip pada warna kukunya yang disulap menjadi merah cerah.

Jari lentik perempuan asal Kintamani ini semakin indah berlapis nail art. Setiap bulan, pemilik Rumah Cantik Skin Care & Salon ini mengaku rutin mengganti hiasan kukunya karena baginya kecantikan kuku adalah jati dirinya.

"Saya memang hobi permak kuku, membuatnya bersih dan indah. Ini kuku asli saya, hanya karena rajin dirawat, tampilannya jadi bagus. Saya memberi perhatian lebih pada kuku karena kalau kuku saya jelek membuat tidak percaya diri," ujar pemilik rambut panjang ini.

Selain kuku, dia juga suka dengan rambut panjangnya yang sedari duduk di bangku SMA tidak lagi mengenal warna aslinya hitam.

Kalau bukan pirang, dicat cokelat seperti saat ini. Baginya, warna pirang maupun cokelat membuatnya tampak lebih cantik dan tidak culun.

Menurut perempuan kelahiran 18 Juli 1990 ini, kepribadian seseorang bisa dinilai dari kukunya. Ketika bersalaman dengan orang, tangan saling menyentuh dan pastinya kuku mendapat perhatian.

Kuku yang kotor dan tidak terawat akan menumbuhkan persepsi kurang baik pada orang yang melihatnya.

Ini yang menjadi alasan Gek Cindy rajin merawat kuku selain untuk mejaga kesehatannya.

"Saya suka kalau kuku bersih dan indah, dan saya tidak perlu berias menor karena suka natural. Tidak dandan juga tidak apa-apa yang penting kuku terawat," kata perempuan yang mengambil jurusan Sastra Inggris ini.

Demikian juga cara berpakaiannya cukup simpel, baginya rasa nyaman yang dapat membuat bisa melangkah dengan pede.

Sebagai seorang yang fashionable tentu cara berpakaiannya tetap mengikuti zaman namun tetap simpel dan tidak ribet.

"Cantik itu tidak mesti harus melakukan operasi karena cantik tidak hanya dilihat dari wajah tapi juga dari perilaku. Kebaikan dari dalam diri juga bisa menjadikan seseorang terlihat cantik," ungkap perempuan yang demen melakukan aksi sosial berbagi dengan anak-anak di panti asuhan.

Ia mengaku rutin setiap tiga bulan sekali keliling panti asuhan dan terjun langsung untuk berbagi.

"Saya sisihkan dari penghasilan saya, sedikit demi sedikit walaupun tidak banyak, setidaknya bisa bantu meringankan beban mereka yang membutuhkan, saya merasa senang," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved