Youngstar
Dulu Jago Karate, Kini Mitha Lincah Bermain Basket
Keisengan Ngurah Kenalkan Bola pada Mitha
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
Dikenal sebagai jagoan basket, I Gusti AA Mitha Saritha D ternyata awalnya sempat menekuni karate. Terakhir kali mengikuti latihan karate, Mitha sudah menggunakan sabuk cokelat.
TRIBUN-BALI.COM - SELAIN jago di lapangan basket, Mitha ternyata pernah mengikuti pertandingan karate.
Namun, ayahnya yang lama bergelut di basket, kemudian mencoba mengenalkannya pada bola.
“Saya iseng-iseng saja ajak, eh, ternyata Mitha senang. Adik-adiknya juga jadi ikut-ikutan karena sering melihat kakaknya,” tutur I Gusti Ngurah Gd Budhita SE MM, ayah Mitha.
Ngurah mengaku tidak pernah memaksakan kehendaknya pada anak-anak. Dia hanya mengenalkan berbagai hal, mulai dari menari, modelling, hingga keyboard.
Berikutnya, dia serahkan kepada anak-anaknya akan memilih yang mana.
“Sama seperti di kampus, awalnya kan dikenalkan dengan kuliah umum, barulah silakan masing-masing mahasiswa akan fokus ke yang mana,” tambahnya.
Meskipun demikian, awalnya Ngurah berharap bila anaknya akan fokus di karate karena dipandangnya bisa menjadi bekal yang bagus di kemudian hari. Karate dinilai mampu membuat Mitha menjadi kuat dan mandiri.
Sementara itu, apabila di basket, pikir Ngurah, Mitha akan selalu bergantung pada yang lain. Apabila ada satu yang kurang maksimal, akan mempengaruhi yang lain.
Hanya saja, ternyata belakangan Mitha lebih suka dan nyaman bermain basket, karena bisa lebih banyak bertemu banyak orang. Selain itu, ia juga bisa mengasah kemampuan bekerja sebagai tim.
“Ya, kalau memang itu pilihannya. Kami dukung total, agar nanti tidak setengah-setengah,” imbuh Ngurah yang juga gemar bersepeda. Sudah empat tahun Mitha menekuni basket. Jika dalam satu minggu saja tidak sempat latihan, ia merasa ada yang aneh. “Saya juga bosen kalau ga latihan,” tandas alumi SD 3 Saraswati itu.
Rencananya, ke depannya Mitha yang meraih juara II SMP Putri, Rektor Cup Bola Basket Universitas Warmadewa, Dies Natalies, 2014 itu, akan tetap fokus di basket.
Karena itu juga, ia tidak mengikuti ekstrkurikuler yang lain agar bisa fokus di sana saja. (ni ketut sudiani)