Bali United Pusam
Wahyu yang Enggan Disorot Media Ini Ternyata Humoris
Wahyu Kristanto tak sering didengar oleh Semeton Dewata. Inilah yang bakalan bisa menetralkan permainan Cristian Gonzales striker Arema Cronus
Penulis: Muhammad Qomarudin | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sosok Wahyu Kristanto mungkin tak terlalu sering didengar oleh para Semeton Dewata.
Padahal ia adalah bek tengah Bali United yang hampir dipastikan menjadi pilihan utama untuk mendampingi Daewon Ha.
Palang pintu tangguh mantan bek tengah Persisam Putra Samarinda ini memang selalu lolos dari pemberitaan media.
Wahyu yang berperawakan garang ternyata tipikal pria pemalu. Ia selalu menolak karena diminta wawancara.
Tribun Bali yang sering kali mencoba membujuk Wahyu untuk sedikit buka mulut tentang kisah perjalanannya selama berkarir di sepak bola selalu gagal.
Tak banyak yang bisa diceritakan pemain yang bertipikal keras saat di lapangan ini.
Namun ketika kita mengamati gaya permainan pemain asal Sidoarjo Jawa Timur ini, Wahyu sebenarnya sosok yang unik.
Penampilan impresifnya berbanding terbalik dengan kepribadian Wahyu yang sebenarnya supel dan terkadang humoris.
"Jangan tanya sayalah. Tanya pemain yang lain saja," kilah Wahyu dalam beberapa kesempatan bertemu Tribun Bali.
Palang pintu yang selalu memilih berpenampilan plontos ini diharapkan Coach Indra Sjafri sebagai obat penawar keganasan Cristian Gonzales, striker haus gol milik Arema Cronus.
Dalam jadwal yang telah secara resmi dirilis PT Liga Indonesia, lawan pertama Bali United Pusam di ISL 2015 yakni Arema pada 21 Februari ini.
Tak seperti biasanya, kali ini Wahyu antusias saat bercerita tentang pengalamannya bertemu Gonzales di lapangan.
Menurutnya, Gonzales adalah tipikal pemain yang sangat bagus saat menguasai bola. Kekuatan pemain naturalisasi tersebut menjadi modal utama baginya untuk melindungi bola.
“Dia (Gonzales) sangat kuat melindungi bola. Yang bisa kita lakukan hanya bersabar dan tak boleh memaksakan diri merebut bola dari kakinya,” ujar Wahyu, Senin (16/2/2015).
Pemain belakang yang nantinya ditugaskan menjaga pergerakan Gonzales menurutnya memang harus lebih sabar dan yang terpenting jangan sampai emosional.
Hanya dengan kesabaran dan konsentrasi yang tinggi, pemain seperti Gonzales akan bisa diredam.
“Tungguin saja. Nanti juga frustasi sendiri,” imbuhnya.
Wahyu yang selama berkarir di dunia sepak bola profesional sudah beberapa kali bertemu Gonzales, mengingatkan agar para rekan-rekannya yang lain tidak melulu fokus pada pergerakan Gonzales.
Wahyu menilai, klub besar yang tentunya juga punya komposisi pemain yang rata-rata bagus seperti Arema, potensi bahaya selalu muncul dari semua pemain.
“Semua pemain bahaya. Gak bisa kalau satu tim fokus paada satu pemain,” katanya.
Konsentrasi dan bermain sabar menurutnya akan bisa menjadi kekuatan Bali United saat melawan Arema nantinya.
Bukan hanya dirinya secara pribadi yang kemungkinan besar akan sibuk sepanjang pertandingan, tapi semua pemain Bali United juga harus melakukan hal yang sama.
Bermain sabar dan terus menjaga konsentrasi. Pemain harus sabar. “Apalagi mereka bermain sebagai tuan rumah. Kuncinya ya kita harus bermain sabar dan penuh konsentrasi,” pungkasnya. (*)