Youngstar
Abenk Kuasai Loncat Harimau, Tak Mau Lepas Barongsai
Dikenalkan Sang Ayah Tan Min Fu Sejak Kelas 2 SD
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
Pemuda yang terpilih sebagai Google Student Ambassador SEA 2014 -2015 suka bermain barongsai karena dia merasa banyak hal yang bisa dipelajari. Selain melatih kemampuan yang serupa dengan bela diri kungfu dan wushu, dia juga belajar berekspresi.
TRIBUN-BALI.COM - Sosok ayah, menjadi penting bagi Tantri Mindrawan. Remaja yang akrab disapa Abenk ini, menceritakan bila pilihannya terjun menekuni barongsai diajak mendiang ayahnya, Tan Min Fu. Saat itu dirinya masih duduk di kelas 2 SD.
“Saya lihat pemainnya lompat-lompat gitu, asyik sepertinya, adrenalin terpacu,” ungkap alumni SMP Sunari Loka Kuta. Belakangan, ternyata dia mulai menikmati dan suka berlatih di kelompok barongsai yang berada di bawah tanggung jawab Adi Dharmaja.
“Empat bulan di awal, saya hanya melihat-lihat saja karena belum diizinkan latihan langsung. Tapi seorang pelatih mengatakan, katanya saya punya potensi untuk memainkan barongsai,” kenang remaja kelahiran Denpasar, 2 Juli 1995.
Sejak awal berlatih hingga kini, Abenk sudah menguasai semuanya, dari permainan musik, dan semua gerakan yang ada.
Menurutnya, pemain barongsai yang baik, juga harus mampu bermain musik, seperti tambur, tung, dan lainnya.
Mengingat pentingnya perpaduan antara gerakan dan musik, dalam menciptakan koreografi, Abenk tidak dapat semena-mena. Dia harus mempertimbangkan kemungkinan untuk bisa dibuatkan musiknya.
Putra bungsu mendiang Tan Min Fu dan Ni Putu Meliani itu pernah mengikuti berbagai kejuaraan barongsai di Tuban, Semarang, Surabaya.
Sempat juga pentas di beberapa tempat termasuk di Banyuwangi, dan bersama Keluarga Besar INTI Bali.
“Jadi kami tetap melakukan rutin, baik menjelang kejuaraan maupun saat akan ada pementasan. Dalam sehari-harinya, kita juga harus berlatih agar stamina tetap oke,” imbuhnya.
Abenk biasanya berlatih selama dua sampai tiga kali dalam seminggu. Mengingat kawan-kawannya sebagian besar masih bersekolah, latihan dilakukan pada petang hari, dari pukul 19.00 Wita hingga 22.00 Wita.
Apabila menjelang kejuaraan, mereka akan lebih intens lagi berlatih.
Pemuda yang terpilih sebagai Google Student Ambassador SEA 2014 -2015 itu mengaku suka bermain barongsai karena dia merasa banyak hal yang bisa dipelajari di sana.
Selain melatih kemampuan yang serupa dengan bela diri kungfu dan wushu, dia juga belajar berekspresi.
“Sebenarnya semua ada di sini. Sudah lengkap semuanya, ada lompatan harimau juga,” ujar Abenk seraya menambahkan karena itu pula mengapa dia tidak mengikuti kegiatan lainnya.
Abenk juga unggul dalam akademik. Dia sempat berturut-turut tampil sebagai juara kelas, pernah juga sebagai juara umum saat menempuh pendidikan di SMK Pariwisata Triatma Jaya Badung. (ni ketut sudiani)