Perkembangan Teknologi Geser Peran Sinoman dan Kulkul

amun, teknologi ini pula menyebabkan ‘sinoman' atau orang yang bertugas memberikan pengumuman hanya sekadar simbolis.

Perkembangan Teknologi Geser Peran Sinoman dan Kulkul
Tribun Bali
Kulkul di Banjar Saba tidak digunakan lagi karena STT cenderung menggunakan HP untuk alat komunikasi.

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak telepon genggam atau ponsel sudah tidak menjadi barang mahal lagi, anggota Sekaa Teruna Teruni (STT) Suka Santhi yang bekerja di luar negeri dan di luar daerah tak ketinggalan berita tentang organisasinya.

Namun, teknologi ini pula menyebabkan ‘sinoman' atau orang yang bertugas memberikan pengumuman hanya sekadar simbolis.

"Di facebook, organisasi memiliki akun STT, apapun kegiatannya, baik yang belum berlangsung maupun sudah berlangsung. Hal ini menyebabkan anggota yang tidak sempat pulang untuk mengadiri kegiatan, mereka menjadi tahu. Terlebih lagi di Banjar Saba, 20 persen anak muda bekerja di kapal pesiar," ujar Kelian Dinas dan Adat Banjar Saba, Anak Agung Lanang Ari Putra.

Menurut Jik Lanang, tahun 1980 saat dirinya menjadi ketua STT, sinoman sangat berperan penting dalam setiap kegiatan.

Bila akan mengadakan acara, terlebih dahulu ketua STT menunjuk siapa mendapat giliran menjadi sinonam.

Setelah ditunjuk orangnya, maka sinoman ini akan mendatangi satu persatu ke rumahnya untuk memberikan pengumuman misalnya, besok STT akan menggelar acara gotong royong.

"Sekarang jarang pakai sinoman. Paling sering pakai SMS, BBM, atau juga di share di facebook. Selain itu, kulkul yang menjadi pemanggil anggota bahwa saatnya berkumpul, sekarang sudah tak pernah dipakai," ujar Jik Lanang. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Iman Suryanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved