Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Healty

Asam Lambung Tinggi Dada Terasa Terbakar, Ini Penyebabnya

Esofagus bawah ini, yang paling dekat dengan lambung. Lambung secara periodik memroduksi asam.

Tayang:
Penulis: Niken Wresthi KM | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM - Pernah merasa dada nyeri, panas, perih dan terasa terbakar?

Sebagian masyarakat menyebutnya gejala asam lambung naik. Secara medis, ini termasuk gejala penyakit Gastro Esofagus Reflux Disease atau GERD.

Spesialis penyakit dalam RS Family Husada, Gianyar, dr Eka Sahputra, Sp PD, memaparkan, segala kondisi asam lambung naik hingga melewati batas antara lambung atas dan kerongkongan bawah bisa disebut GERD.

“Tepat di atas lambung itu ada esofagus atau kerongkongan. Esofagus sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu atas, tengah dan bawah," kata dokter yang kerap disapa Eka ini di RS Famili Husada, Jalan Astina Timur, Gianyar, Rabu (25/2/2015).

Esofagus bawah ini, yang paling dekat dengan lambung. Lambung secara periodik memroduksi asam.

"Nah, GERD terjadi ketika asam lambung ini keluar dari lambung lalu menyembur hingga ke esofagus bawah. Sehingga di dada terasa panas dan terbakar,” paparnya.

Asam lambung merupakan cairan yang diproduksi lambung dan memiliki asiditas atau tingkat keasaman tinggi.

Tingginya asiditas ini menyebabkan asam lambung memiliki sifat korosif atau mengikis.

Pada proses pencernaan, sifat ini sangat membantu untuk menghancurkan makanan.

Namun, jika asam lambung ini langsung mengenai dinding organ tubuh, termasuk pada dinding esofagus bawah seperti pada kasus GERD, maka akan timbul rasa perih. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Bali edisi Jumat 26 Februari 2015.
LIKE Facebook:https://www.facebook.com/tribunbali
FOLLOW : www.twitter.com@tribun_bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved