Youngstar
Gaya Pidato Clara yang Fleksibel dan Kekinian
komunikasi ke teman-teman, kata-kata yang saya pakai tidak kaku. Berbeda lagi kalau komunikasi dengan pihak luar
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - Sebagai pemimpin, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana Ni Nyoman Clara Listya Dewi, mengaku lebih suka menggunakan pendekatan personal.
Menurutnya, cara seperti itu akan lebih mempererat hubungan emosional para anggota dalam sebuah organisasi.
“Saya cara memimpinnya ya seperti anak muda banget. Kalau komunikasi ke teman-teman, kata-kata yang saya pakai tidak kaku. Berbeda lagi kalau komunikasi dengan pihak luar. Pada intinya, lentur dan fleksibel,” katanya.
Seperti yang dilakukannya saat memberikan orasi tentang narkoba dan seks bebas di depan sejumlah mahasiswa.
Clara menyadari, jika dirinya menggunakan kata-kata yang formal dengan berbagai istilah teknis, kemungkinan besar akan lewat begitu saja.
Karenanya, ia memilih untuk lebih menyampaikan sebuah cerita, menyerupai pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak para peserta untuk masuk, seakan-akan menjadi bagian dari apa yang disampaikannya.
“Menteri saya bilang, orasi saya tidak seperti pidato, tapi kok lebih seperti cerita ya. Saya jawab, dalam suasana seperti itu, bicara di panggung terbuka, pendekatannya ya harus berbeda,” ingatnya.
Kemampuan komunikasi Clara dapat dilihat dari sejumlah prestasi yang diraihnya selama ini. Ia pernah menjadi pemenang pertama Lomba Debat dalam Dies Natalis Universitas Udayana, 2013.
Clara sempat mengikuti PNMHII XXVI–Chamber Joint Statement Forum (JSF) 2014 di Universitas Padjajaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. (*)