Bali United Pusam
Bek Kiri Bali United Keluhkan Lapangan Jatidiri Jelek
Passing dan kontrol bola, menurutnya, sangat sulit saat bermain kemarin.
Penulis: Muhammad Qomarudin | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.COM, SEMARANG - Bek kiri Bali United Pusam, Ricky Fajrin Saputra mengaku agak kesulitan bermain di lapangan Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/3/2015). Skema permainan yang diinginkan coach Indra Sjafri untuk bermain satu dua sentuhan, menurutnya, tidak bisa berjalan mulus karena kondisi lapangan yang kurang baik.
Passing dan kontrol bola, menurutnya, sangat sulit saat bermain kemarin. Namun ia tidak memungkiri kalau skuat Bali United Pusam tidak bermain sebagaimana mestinya saat laga melawan PSIS Semarang tadi.
“Lapangannya jelek. Tapi itu bukan alasan utama. Bali United memang bermain di bawah form terbaiknya,” kata pemain belakang asal Semarang ini.
Mantan punggawa Timnas U-19 ini mengutarakan, kesulitannya menaklukkan gawang Saeful Amar, penjaga gawang PSIS Semarang. Beberapa peluang yang, menurutnya, harus berbuah gol selalu gagal. Koordinasi yang dijalin dari bawah juga sering terhenti di tengah jalan. Bahkan peluang emas yang 99 persen harus gol masih gagal.
“Banyak yang bilang kalau kami harusnya menang. Tapi ya mungkin kami kurang beruntung saja,” kata pemilik nomer punggung delapan ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bayu-gatra-menghadapi-kiper-psis-semarang.jpg)