Bali Island Cup 2015

Pressing Ketat Kunci Kemenangan Arema Cronus

Babak kedua baru atur strategi setelah membaca permainan mereka. Kami pressing ketat pergerakan pemain PBR

Penulis: Marianus Seran | Editor: Kambali
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
BERJIBAKU - Syamsul arif (kanan) pemain arema berjibaku dengan pemain Pelita Bandung Raya dalam pertandingan perdana Bali Island Cup 2015 di stadion Dipta, Gianyar. Kamis (12/03/2015). Arema menang 2-0 atas Pelita Bandung Raya. 

TRIBUN-BALI.COM,GIANYAR - Arema Cronus mencetak hasil positif dalam pertandingan perdana Bali Island Cup (BIC) 2015, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (12/03/2015). Singo Edan menang atas Pelita Bandung Raya (PBR) dengan skor 2-0.

Dua gol Arema tercipta di awal babak kedua. Gol pertama Arema dilesakkan Ferry Saragih setelah menerima umpan Dendy Santoso menit ke-58 dari sisi kanan. Striker andalan Singo Edan Cristian Gonzales menambah keunggulan timnya pada pertandingan ini. El Loco mencetak gol kedua bagi Arema setelah mendapat umpan Ferry Aman Siragih, menit ke-59.

Pelatih Arema Cronus, Suharno mengakui baru bisa membaca permainan PBR setelah babak pertama usai. "Babak kedua baru atur strategi setelah membaca permainan mereka. Kami pressing ketat pergerakan pemain PBR," kata Suharno.

Jalannya Pertandingan
Pada babak pertama, PBR lebih banyak menguasai bola namun hanya berkutat di lini tengah. Mereka Sulit menembus tandem pertahanan Arema Cronus Fabiano dan Victor Igbonefo. Mengandalkan kecepatan pemain, PBR dengan cepat merebut bola dari pemain Singo Edan.

Serangan PBR monoton lewat pemain sayap kiri, David Laly. Solorun David mampu merepotkan Fabiano dan Alfarizi. Beberapa kali peluang lahir dari kaki eks pemain Persidafon ini. Namun Kurnia Meiga masih tangguh di bawah mistar Arema.

Arema membuka peluang lewat Cristian Gonzales. Tendangan kerasnya masih bisa ditepis Denis Romanov. Arema kembali mendapat peluang emas lewat putra lokal Bali, Gede Sukadana. Sutingan keras dari luar kotak penalti nyaris masuk bila tak membantur tiang gawang, Denis Romanov.

Peluang emas ketiga Arema lahir melalui Samsul Ariif. Berdiri tanpa gangguan, Samsul melepaskan tendangan keras namun masih berada di atas mistar Dennis.

Bustomi kembali menggetarkan mistar gawang PBR. Tendangan bebas dari luar kotak penalti hanya membentur mistar gawang Denis Romanov. Satu peluang emas PBR lewat kerja sama satu dua, David Laly dan Yongki Ariwibowo. Namun, sayang bola sodoran dari Yongki yang disambut tendangan keras Kim Kurniawan bisa diblok Fabiano B.

Para pemain PBR tampak tampil sedang dalam pertandingan dua babak. Padahal di babak pertama, meski bermateri pemain lokal dan mengandalkan kiper asing Dennis Romanov, Dejan Antonic mampu mengatur pemainnya dan menahan Singo Edan. Hingga peluit babak pertama ditiup wasit Najamudin Aspiran asal Balikpapan, skor tetap kacamata.

Memasuki babak kedua, PBR tampak hilang konsentrasi. Serangan cepat Singo Edan setelah perombakan pemain dan strategi pelatih Arema Suharno berbuah hasil. Suharno membaca karakter permainan PBR di babak pertama.

Suharno menarik beberapa pemain. Hasim kipuw diganti Beny Wahyudi, Gede Sukadana diganti Deddy Santoso, Hendro Santoso diganti Ferry Aman Saragih. Usahanya memberi kesempatan kepada gelandang lokal Ferry mampu mengacaukan pertahanan PBR yang dikawal Boban Nicolik.

Tak menunggu lama pemain pengganti Ferry S langsung menjebol gawang Denis Romanovs menit-58 setelah mendapat krosing dari sisi kanan Dendy Santoso.

Tak lama berselang Cristian Gonzales menaklukkan Denis untuk menambah gol Arema Cronus menjadi 2-0 menit ke-59. Mendapat umpan dari Ferry S, Gonzales dengan mudah menempatkan bola disisi kanan Denis.

PBR lebih banyak mengandalkan serangan balik dalam laga babak kedua. Hingga peluit akhir skor 2-0 tidak berubah untuk kemenangan Singo Edan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved