Bali Island Cup 2015

Sukarja Sang Penyelamat

Inilah perjalanan panjang Bali United saat melawan Arema Cronus, di Stadion Kapten Dipta Gianyar, Bali, Sabtu (14/3/2015) lalu.

Editor: Uploader bali
Tribun Bali
Striker Bali United, I Nyoman Sukarja (Kiri). merayakan gol bersama gelandang Sandi Sute ke gawang Arema Cronus di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (14/3/2015). Gol Sukarja membuat Bali United sukses menahan tim kuat Arema Cronus. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran dan Muhammad Qomarudin

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seisi Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, bergemuruh saat striker lokal Bali, I Nyoman Sukarja, menjebol gawang Arema Cronus di menit ke-70, Sabtu (14/3/2015) malam.

Gol tersebut akhirnya menyelamatkan Bali United Pusam dari kekalahan pada laga kedua Bali Island Cup (BIC) 2015. Skor akhir 2-2!

Sukarja berhasil merobek gawang Arema yang dikawal kiper asal Bali, I Kadek Wardana, lewat sundulan maut.

Pemain asal Mengwi, Badung, ini memanfaatkan tendangan bebas Fadil Sausu. (BACA JUGA: Bali United Pusam dan Bali Island Cup 2015)

Sundulan Sukarja sempat membentur kepala seorang pemain Arema sehingga bola sedikit berubah arah yang membuat Wardana tak berdaya.

Kepada Tribun Bali, Sukarja mengaku sangat senang mencetak gol penyelamat. Ini sekaligus menjadi gol perdananya bersama Bali United.

"Saya sangat senang bisa buat gol di hadapan keluarga dan Semeton Dewata. Gol ini untuk keluarga, teman, dan Semeton Dewata yang senantiasa mendukung Bali United Pusam," katanya usai laga.

Bali United sempat tertinggal dua kali dari Arema Cronus, yang memang memiliki sederet pemain berkualitas.

Di awal laga skuat Serdadu Tridatu tampak tertekan sehingga kesulitan mengembangkan permainan. Sebaliknya Arema berada di atas angin.

Gol cepat Samsul Arif pada menit ke-10 membawa keunggulan bagi Arema Cronus, yang seketika membuat ribuan Semeton Dewata terhenyak.

Gol tersebut tercipta setelah Samsul Arif berhasil mengelabui bek Bali United, Wahyu Kristanto, sebelum menaklukkan kiper Yoo Jae Hoon.

Arema terus menekan. Serangan cepat skuat Singo Edan membuat pertahanan Bali United keteteran.

Beberapa kali peluang tercipta. Termasuk dari aksi gelandang Arema asal Bali, I Gede Sukadana. Namun gagal karena offside.

Bali United baru bisa keluar dari tekanan setelah laga berjalan 20 menit.

Perlahan serangan mulai dibangun hingga mendekati kotak 16 lawan.

Puncaknya, Bali United menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui kaki Lerby Eliandry.

Bermula dari skema umpan satu dua dari kaki Bayu Gatra, Fadil Sausu, dan Hendra Sandi.

Kemudian dilanjutkan tik-tak Lerby dengan Bayu dan diselesaikan dengan sepakan mendatar terarah oleh Lerby.

Ini adalah gol rasa Indra Sjafri. Gol dengan gaya tiki-taka. Skema satu dua sentuhan yang dilatih selama ini dijalankan pemain hingga mencipta gol balasan.

Sang pencetak gol, Lerby, tampak emosinal saat melakukan selebrasi. Dia membuka baju dan berlari ke hadapan Semeton Dewata di tribun timur Stadion Kapten Dipta.

Lerby meluapkan emosinya setelah dalam tiga laga sebelumnya gagal mencetak gol.

Terakhir ia menjadi pencetak gol tunggal ke gawang Persebaya Surabaya dalam uji coba di Gelora Samudera, Kuta, 6 Februari lalu.

Gol ini sontak membangkitkan semangat pemain dan juga Semeton Dewata.

Skuat Serdadu Tridatu pun mampu memberi perlawanan terhadap Arema.

Menit ke 40 Bali United memiliki kesempatan emas untuk membalikkan keadaan.

Wahyu yang merangsek ke depan memberi umpan daerah yang matang kepada Bayu Gatra yang menusuk ke kotak penalti.

Sayang, Bayu membuang percuma peluang tersebut.

Mantan pemain Timnas U-23 ini telat melakukan placing saat tinggal berhadapan dengan kiper.

Dalam posisi sulit, Bayu akhirnya melepas sontekan dengan bagian luar kaki sehingga bola bergulir pelan kemudian disapu bek Arema.

Gagal mencetak gol, malapetaka malah mendatangi Bali United di menit ke 42. Dendi Santoso berhasil membawa Arema kembali unggul.

Berawal dari serangan cepat di sisi kanan pertahanan Bali United, Samsul Arif melepaskan umpan lambung ke kotak 16.

Gelandang Ahmad Bustomi yang tak terkawal meneruskan bola dengan sundulan, dan diteruskan Dendy ke arah kanan gawang Yoo Jae Hoon.

Sang kiper asal Korea Selatan ini tak mampu menjangkau bola meski sudah menjatuhkan badan.

Di babak kedua, Bali United dan Arema melakukan banyak pergantian pemain.

Coach Indra Sjafri memasukkan Sultan Samma, striker seleksi Ben Mehdi Dhifallah, kemudian Sukarja yang menggantikan Bayu Gatra.

Strategi ini berbuah manis. Sukarja yang sebelumnya jarang mendapat kesempatan tampil, berhasil mencetak gol penyeimbang sekaligus membuyarkan pesta Arema, yang juga didukung ratusan Aremania.

Aremania yang memadati sayap kiri tribun dan tribun utara tampak kecewa dengan hasil imbang tersebut.

Mereka kemudian melakukan aksi tak simpatik dengan membakar tiga flare.

Akibat asap yang menyelimuti stadion, pertandingan sempat dihentikan selama lima menit. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved