Pilkada Serentak di Bali
Demokrat Bali Rancang Skenario Tinggalkan Golkar di Pilkada
Jika sampai pencalonan Pilkada serentak 2015, Golkar belum menuntaskan masalah internal, mitra koalisi telah menyiapkan skenario koalisi tanpa Golkar.
Penulis: Robison Gamar | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konflik dualisme kepengurusan DPP Golkar berdampak kemana-mana. Di Bali, dualisme kepengurusan berbuntut pada hitung-hitungan mitra koalisi Golkar untuk hengkang dari Koalisi Bali Mendara (KBM) yang selama ini dimotori Golkar.
Jika sampai tahapan pencalonan Pilkada serentak 2015, Golkar belum menuntaskan masalah internal, mitra koalisi ancang-ancang menyiapkan skenario koalisi tanpa Golkar.
KBM yang dibentuk saat Pilgub 2013 lalu, terdiri Parpol non-PDIP. KBM dimotori Golkar yang saat itu mengusung duet Mangku Pastika-Ketut Sudikerta. Dalam menghadapi Pilkada serentak 2015, beberapa waktu lalu KBM bersepakat untuk kembali menyusun kekuatan bersama-sama menghadapi PDIP.
Ketua Demokrat Bali, Made Mudarta mengatakan, dirinya telah menyiapkan skenario dalam menyikapi kisruh internal Golkar. Termasuk, skenario koalisi tanpa Golkar.
Pada prinsipnya, Demokrat akan menggalang koalisi dengan siapapun kepengurusan Golkar yang sah menurut pemerintah.
Saat ini, Demokrat terus memantau perkembangan politik di internal Golkar. Sehingga ketika ada perubahan, Demokrat bisa langsung mengambil sikap dalam menghadapi Pilkada 2015.
“Demokrat Bali sudah siapkan beberapa skenario koalisi menghadapi Pilkada,” kata Mudarta, Selasa (17/03/2015) di Denpasar.
Menurutnya, apabila nanti Golkar tidak bisa ambil bagian dalam Pilkada, pihaknya akan membangun koalisi dengan partai lain, seperti Gerindra. Koalisi Demokrat-Gerindra sudah mencukupi syarat mencalonkan di Pilkada. Nantinya, Golkar secara administrasi tidak ikut mendaftarkan calon ke KPU, tapi tetap akan diajak untuk kerja pemenangan.
Namun Mudarta belum bisa memastikan, apakah dengan skema ini nantinya kader Golkar di akar rumput akan menerima. Tapi Mudarta yakin Golkar secara lembaga akan mendukung skema ini.
“Demokrat dan Golkar sudah ada ikatan batin di Bali. Kalau pun mereka tidak bisa mengusung calon, pasti nanti mau mendukung koalisi yang dibangun Demokrat dengan partai lain,” kata Mudarta.
Menurutnya, KBM yang dibangun tidak terikat hanya kepada pengurus tertentu, tapi seluruh kader Golkar.
Untuk sementara, sampai terbitnya keputusan hukum yang final, Demokrat secara politik masih dekat dengan Golkar kubu Ketut Sudikerta, yakni versi Ketum Aburizal Bakrie (Ical). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mudarta-dampingi-sby.jpg)