Kecolongan Buronan Interpol, Sudikerta Nilai Kinerja Imigrasi Tidak Optimal

Kabid Pendaratan dan Izin Masuk Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Ngurah Rai Friece Sumolang menepis pernyataan Wakil Gubernur Bali.

Kecolongan Buronan Interpol, Sudikerta Nilai Kinerja Imigrasi Tidak Optimal
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah WNA Tiongkok dan Taiwan saat di Polresta Denpasar, Minggu (5/4/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menyayangkan kinerja Imigrasi yang tidak optimal.

Pernyataan tersebut diungkapkan lantaran Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, telah kecolongan mengizinkan buronan interpol masuk ke Bali.

Sudikerta mengharapkan, petugas imigrasi yang menjadi benteng masuknya penjahat ke Bali, bisa lebih optimal dan lebih profesional lagi saat bekerja. Terutama, saat menyeleksi dan melakukan pemeriksaan atau pendataan wisman yang masuk ke Bali.

"Dalam hal mem-filter masuknya wisman tentu yang memiliki peran utama adalah Imigrasi. Kami minta Imigrasi betul-betul menjalankan tugas dengan baik, hati-hati, jangan kecolongan lagi. Telitilah dalam mengecek wisatawan. Sehingga yang masuk adalah benar-benar wisatawan, jangan mencari kerja lain, soalnya pemerintah sudah meningkatkan gajinya. Kalau terjadi kecolongan seperti itu kita (pemda) sayangkan," jelas Sudikerta kepada Tribun Bali.

Selain memberikan perhatian kepada Imigrasi, Sudikerta juga berpesan kepada Kepolisian, warga dan pengelola fasilitas pariwisata atau hotel.

"Destinasi wisata atau pemilik vila harus berhati-hati. Selektif mengecek penyewa atau wisman. Peran Imigrasi, Polisi, dan peran masyarakat untuk bersinergi. Jangan sampai kecolongan kembali dan mereka (wisman yang tercatat di red notes) melakukan kriminalitas di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, saat dihubungi Tribun Bali, Kabid Pendaratan dan Izin Masuk Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Ngurah Rai Friece Sumolang menepis pernyataan Wakil Gubernur Bali.

Menurutnya, 39 WNA asal Tiongkok dan Taiwan saat masuk ke Bali melalui jalur udara belum tercantum di Red Notes Imigrasi.

Sehingga, ke 39 WNA tersebut diperbolehkan untuk masuk ke Indonesia.

"Imigrasi Ngurah Rai menunggu koordinasi untuk pemulangan melalui udara saja," jelasnya.  (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved