Art and Culture
Ungkapkan Sesuatu Melalui Gambar, Seperti yang Dilakukan Nasita Jones Ini
Dalam hampir sebagian besar karya rupa Nasita Jones, ia selalu menyisipkan kata-kata. Entah itu kemudian menjadi judul lukisan.
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dalam hampir sebagian besar karya rupa Nasita Jones, ia selalu menyisipkan kata-kata.
Entah itu kemudian menjadi judul lukisan, maupun dimaksudkan sebagai penguat pesan yang hendak disuarakan. (Berita Terkait: Cewek Pelukis Ini Menyukai Bagian Atas Anatomi Tubuh Manusia)
Pada lukisan “For a Life Time”, 2014, ia menulis It’s a story you’ll tell for a life time. Selain itu, tertulis if you’re wondering what you look like, look at me, di karya “What You Look Like” 2014 -2015.
Begitu juga dengan yang lainnya, muncul pernyataan-penyataan dengan semangat serupa.
Menurut Natisa, sisipan kata-kata itu, sejatinya bukan menjadi bagian yang terpisah dengan gambar visualnya, melainkan sebuah satu kesatuan.
Kata-kata itu menyatu dengan lukisan, tidak menjadi tempelan semata.
Apabila ia merasa ternyata kata dan rupa tidak sejalan, ia tidak akan segan-segan untuk menghapusnya.
Pilihan kata yang dipakainya dipilah dengan cermat, agar benar-benar mewakili, selaras dan tidak lepas dengan gambar.
“Kebiasaan mengisi kata-kata itu sudah tertanam sejak kecil. Saya juga rajin menulis catatan harian. Nah, setiap membuat gambar apa saja, pasti isi tulisan. Seperti pernah saya membuat gambar yang bertuliskan, Mama marah-marah. Ya, itu menjadi ekspresi murni aja,” kata Natisa yang juga sering berpergian ke Eropa untuk mempelajari karya seni.
Natisa mengaku dirinya merasa paling gampang mengungkapkan sesuatu dengan gambar. Baik itu hasil pergulatan pikirannya maupun interaksi antar manusia, serta olah rasa dan pikiran.
“Karenanya, melalui catatan pribadi itu, saya ingin berbagi dengan orang lain,” ungkapnya saat memamerkan karya di studio pribadinya, Jalan Tukad Batanghari VII, No 1C, Denpasar, Bali.
Dokumentasi menjadi penting baginya karena di sana pikiran dan imajinasi-imajinasinya secara tidak langsung diabadikan.
“Kadang orang bertanya, apa sih yang saya buat. Kalau mereka tidak mengerti, ya pergi begitu aja. Padahal pelukisnya sudah sampai pusing sendiri. Tapi ya, itu tentu bukan salah mereka. Yang penting, setidaknya proses ini sudah dibagikan,” tambahnya sambil setengah bergurau.
Hingga kini tercatat ada ribuan karya yang diciptakannya, baik berupa lukisan di kanvas, maupun sketsa di kertas. Tantangan terbesar yang dirasakannya justru menghadapi pikiran sendiri.
Menurutnya, apabila cara berpikir seseorang sudah keliru, secara tidak langsung telah menutup diri dari berbagai kemungkinan untuk berkembang.
“Pada intinya adalah mindset. Jadi saya rasa apabila bisa melawan diri sendiri, apapun yang ada di luar, pasti bisa dihadapi,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nasita-jones_20150412_133241.jpg)