Seniman Erawan Sebut Upaya Jero Wacik Hanya Pencitraan
Sejauh pengetahuan pelukis ini, tak ada perubahan signifikan dalam perkembangan seni dan budaya khususnya di Bali selama Jero Wacik menjabat
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seniman kenamaan asal Sukawati, Gianyar, Bali, yaitu Nyoman Erawan, hanya tertawa kecil mendengar kabar mengenai celetukan mantan Menteri ESDM Jero Wacik yang kini sebagai tersangka korupsi di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar).
Pernyataan Jero Wacik bahwa dia telah bekerja dalam ikut mengembangkan seni dan budaya Indonesia selama menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), oleh Erawan disebut sebagai imajinasi belaka.
Oleh karena itu, permintaan Jero Wacik agar para seniman mendukungnya dalam menghadapi kasus yang dihadapinya saat ini, dinilai Erawan tidak relevan.
“Saya rasa ini urusan politis, urusan pencitraan, padahal ten wenten napi (tidak ada apa-apa),” ujar Erawan kepada Tribun Bali, Senin (13/4/2015) menanggapi berita tentang pernyataan Jero Wacik.
Ia menduga pernyataan dan permintaan dukungan itu dilakukan sebagai upaya pengembalian nama baik dalam pemulihan citra diri.
“Semua pejabat juga seperti itu,” kata Erawan.
Sejauh pengetahuan pelukis ini, tak ada perubahan signifikan dalam perkembangan seni dan budaya khususnya di Bali selama Jero Wacik menjabat sebagai Menbudpar.
“Kalau pun ada dukungan personal, juga dengan duit rakyat. Yang jelas, menurut saya, kenyataannya tidak ada dukungan,” selorohnya.
Dalam pandangan Erawan, semua pejabat rata-rata memberikan bantuan dengan tujuan jangka pendek dan berbau kepentingan politis.
Tidak ada pembinaan langsung terhadap seniman dan penyelamatan seni yang semakin punah.
“Sudahlah, ini urusan politis. Saya tidak mau ikut campur dan tidak ingin mengomentarinya lebih jauh,” tambahnya.
Sementara itu, Prof Dr I Wayan Dibya memilih tidak berkomentar terhadap celetukan Jero Wacik itu.
“Pendapat saya memang tidak terlalu ada karya yang beliau (Jero Wacik) berikan. Namun tentu selama beliau menjabat menteri pasti ada stimulan kepada penggiat seni, tetapi sekali lagi memang karyanya belum ada,” ucap Dibya.(*)