Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Citizen Journalism

Wagub Sudikerta Ikuti Prosesi Pepranian di Pura Ulun Danu Batur

Saat prosesi berlangsung juga diisi dengan tarian baris perang-perangan yang diartikan sebagai simbul orang memerangi kemiskinan

Tribun Bali/Istimewa
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta melakukan Bhakti Pepranian sebagai salah satu rangkaian Upacara sebelum Penyineban di Pura Ulun Danu Batur, Kamis (16/4/2015). 

Mengakhiri rangkaian upacara Betara Tururn Kabeh dan Ngusaba Kedasa, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, yang didampingi Ny Ayu Sudikerta beserta jajaran SKPD di Lingkungan Provinsi Bali berkesempatan melakukan Bhakti Pepranian sebagai salah satu rangkaian Upacara  sebelum Penyineban di Pura Ulun Danu Batur, Kamis (16/4/2015).

Menurut Pengempon Pura yang sekaligus sebagai ketua panitia upacara Jero Gede Batur mengungkapkan Bakti Pepranian ini merupakan rangkaian dari puncak pujawali ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang sudah dilaksanakan pada (3/4/2015) lalu.

Upakara pepranian sendiri diawali dengan ngadegan bagia pule kerti sebagai bentuk simbolis pala bungkah, pala gantung ( hasil bumi ) dan diakhiri dengan nuek pule kerti yang dimaksudkan untuk menyuburkan kembali semua hasil bumi.

Saat prosesi berlangsung juga diisi dengan tarian baris perang-perangan yang diartikan sebagai simbul orang memerangi kemiskinan atau sebagai tarian penyemangat agar masyarakat bekerja dengan giat.

Lebih Lanjut Jero Gede Batur menyampaikan bahwa total biaya yang telah digunakan dalam rangkaian upcara ini sebanyak Rp. 1.329.874.050 dari total pemasukan sebesar Rp.2.162.625.000,  sehingga saat ini memiliki sisa sebesar Rp. 832.750.950.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk kegiatan pura selanjutnya dan pembenahan infrastruktur dari pura.

Sementara Wagub Sudikerta dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, “Bakti pepranian adalah bagaimana kita sebagai umat Hindu selalu bersyukur kehadapan tuhan dengan mempersembahkan kembali hasil bumi yang sudah kita dapatkan”, jelas Sudikerta.

Ditambahkan Sudikerta, melalui pelaksanaan upacara ini diharapkan agar masyarakat selalu memperoleh kesejahteraan dan keselamatan sehingga mampu secara bersama–sama membangun Bali.

“Kedepannya saya berharap masyarakat untuk selalu menjaga Sradha Bhaktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi sehingga selalu diberi berkah keselamatan dan kesejahteraan”, imbuh Sudikerta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved