Terpidana Mati Di Bali

10 Orang Hadapi Regu Tembak dalam Eksekusi Mati Tahap II

Dari 10 orang itu, ada 2 orang yang berkewarganegaraan Australia yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari kelompok gembong narkoba

10 Orang Hadapi Regu Tembak dalam Eksekusi Mati Tahap II
net
ilustrasi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa eksekutor terpidana mati Bali Nine sudah terima surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Kejaksaan Agung.

Sumber Tribun Bali di Kejati Bali menyatakan, para jaksa tersebut berangkat ke Lapas Nusa Kambangan hari ini, Jumat (24/4/2015).

Jaksa eksekutor berasal berasal dari Kejari Denpasar dan Kejati Bali. Namun menurut sumber tersebut jumlahnya lebih sedikit daripada pemindahan terpidana mati Bali Nine ke Nusa Kambangan sebelumnya.

Para jaksa tersebut di antaranya adalah Kajati Bali, Aspidum Kejati Bali, Kajari Denpasar, Kasipidum Kejari Denpasar dan dua orang dari bagian Pidum Denpasar.

"Kira-kira itu, lainnya bisa saja berangkat menyusul. Sekarang saya saja disuruh standbye katanya jangan matikan handphone," ujar sumber tersebut, Kamis (23/4/2015).

Menurutnya, dalam tahap ini ada 10 orang terpidana mati yang akan dieksekusi oleh regu tembak.

Satu terpidana lagi masih ada di Lapas Jogjakarta.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini Kasipenkum dan Humas Kejati Bali, Ashari Kurniawan menyatakan belum menerima surat perintah pelaksanaan eksekusi tersebut.

Sedangkan Kajati Bali, Momock Bambang Sumiarso sudah tidak ada di kantornya sejak kemarin pagi.

Ditanya soal kapan waktu keberangkatan, ia tidak menjawab.

Namun ia hanya mengatakan lazimnya eksekusi dilakukan tiga hari setelah ekekutor siap.

"Teknisnya minimal 3 hari sebelum terpidana dieksekusi akan diberi tahu kapan pelaksanaannya. Ia juga akan ditanyai apa saja permintaan terakhirnya," ujarnya.

Seperti diketahui dalam eksekusi tahap dua ini, rencananya akan ada 10 orang terpidana yang menghadapi regu tembak.

Dari 10 orang itu, ada 2 orang yang berkewarganegaraan Australia yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dari kelompok gembong narkoba yang disebut Bali Nine. (*)

Penulis: Eviera Paramita Sandi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved