Art and Culture
Tato Gradasi dan 3D Itu Sulit, Disitulah Letak Seninya
Apel mengaku tidak pernah secara khusus mempelajari seni tato, melainkan berawal dari keinginan untuk mencoba.
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelum men-tato, Nyoman Apel Hendrawan membuat sket di kertas dulu.
Setelah jadi, barulah Apel, sapaannya, akan menggambar di badan sang model.
Setelah tahapan menggambar dengan jarum yang bentuknya beragam, bagian kulit akan diolesi dengan krem dan antibiotik.
(Berita Terkait: Bagi Apel, Tato Adalah Seni Murni, Bukan Preman)
Tahapan paling akhir, bagian yang ditato akan dibungkus guna menghindari infeksi.
“Dibungkus karena perjalanan dari studio ke rumah kan lewat jalan, agar tidak kena debu,” imbuh Apel yang merasa dunia tato sudah menyatu dan mengalir pada dirinya.
Apel mengaku tidak pernah secara khusus mempelajari seni tato, melainkan berawal dari keinginan untuk mencoba.
Karena tertarik, diapun terus melatihnya berulang-ulang, mengikuti panggilan daya kreatifitasnya.
“Paling sulit adalah membuat gradasi, termasuk juga 3D dan detailnya. Tingkat kesulitannya tinggi,” kata Apel sambil menunjukkan tato dari seorang kawan yang polanya penuh permainan gradasi.
Dia pernah menulis, while my painting and sketching is an intuitive sensation, tattoos are much different and their application requires strict mental disipline. (karya sketsa dan lukisanku merupakan sensasi intuitif, sementara tato sangatlah berbeda. Mereka menuntut adanya disiplin mental yang tinggi).
Seniman yang sempat melakukan pameran bersama di Gabrig Gallery di Miami, Florida itu hampir seluruh tubuhnya dipenuhi tato.
Tangannya ditato Maori, simbol dari air dan api.

Sementara di dadanya ada Tri Sula, yang menjadi senjata Dewa Siwa dalam kepercayaan agama Hindu.
“Saya sampaikan juga ke kawan-kawan, agar juga tidak lewat batas. Ada bagian-bagian yang memang tidak boleh untuk ditato karena selain berbahaya untuk tubuh, juga bisa mengundang penilaian yang tidak baik,” tegasnya.
Kini Apel memiliki tiga studio tato di Sanur, di antaranya Sanur Ink, Big Rock I & II, dan a Magnificent Harley Davidson bike.
Dia juga turut membimbing anak-anak muda yang memiliki ketertarikan dalam seni tato. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nyoman-apel-hendrawan_20150426_154642.jpg)