Citizen Journalism

Mangku Pastika Jamu Raja dan Sultan Nusantara di Jaya Sabha

Jaya Sabha merupakan pusat kerajaan Badung yang dibangun oleh I Gusti Agung Made Pemecutan pada tahun 1780.

Mangku Pastika Jamu Raja dan Sultan Nusantara di Jaya Sabha
Tribun Bali/Istimewa
Acara Silahturahmi dan Jamuan Selamat Datang dalam Rangka Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara IV tahun 2015 di Rumah Jabatan Gubernur, Jaya Sabha, Senin (27/4/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengucapkan selamat datang kepada para Raja dan Sultan dari seluruh Nusantara yang mengadakan Silaturahmi Nasional IV di Bali.   

Gubernur mewakili masyarakat Bali  menyampaikan rasa bangga berkesempatan menjamu para raja dan Sultan se-Nusantara di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha.

Demikian yang disampaikan Gubernur Pastika pada acara Silahturahmi dan Jamuan Selamat Datang dalam Rangka Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara IV tahun 2015 di Rumah Jabatan Gubernur, Jaya Sabha, Senin (27/4/2015).

Pastika juga menjelaskan arti nama Jaya Sabha yang merupakan cerminan dari kisah sejarah perjuangan rakyat Bali serta Denpasar dan Badung dimana Jaya berarti Kemenangan sedangkan Sabha berarti tempat atau rumah.

Jaya Sabha berarti tempat atau rumah kemenangan.

Di  masa kerajaan, Jaya Sabha merupakan pusat kerajaan Badung yang dibangun oleh I Gusti Agung Made Pemecutan pada tahun 1780.

Akan tetapi pada tahun 1906 terjadi “Perang Puputan Badung” antara Raja Badung melawan Kolonial Belanda sehingga kerajaan Badung mengalami kekalahan yang menyebabkan istana dan sekitar kerajaan hancur porak-poranda dan diambil alih oleh Pemerintah Belanda.  

Melalui pertemuan, Pastika mengharapkan Silahturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta dapat memberikan kontribusi untuk sinergitas dan kemajuan pembangunan di tanah air khususnya di bidang kebudayaan.

Sementara itu, Sekjen BP Silatnan Raja-Sultan Nusantara, Raja Samu-Samu (yang mulia Upu Latu M.L. Benny Ahmad Samu-Samu) menyampaikan silaturahmi tersebut digelar di Bali karena memiliki adat dan budaya yang berbeda dengan daerah lain dan sampai sekarang masih aktif.

Ia juga menyampaikan kegiatan Rangka Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara IV tahun 2015 dihadiri oleh Raja dan Sultan dari Indonesia dan luar negeri berjumlah 250 orang dan akan dilaksanakan pada tanggal 28-30 April 2015 di Puri Klungkung Kota Semarapura.

Sedangkan Raja Malaka Malaysia, Datuk Undang , menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan masyarakat Bali yang telah menyambut para Raja dan Sultan Nusantara dengan baik.

Ia juga merasa bahagia dan terharu karena dapat mewakili para raja untuk menyamapikan sambutan di acara tersebut.

Kerajaan Malaka juga memiliki hubungan erat terhadap Nusantara karena ada kaitannya dengan kerajaan Minangkabau.

Ia juga berharap melalui kegiatan silahturahmi tersebut tercipta hubungan untuk memperat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada acara tersebut hadir pula Raja Puri Klungkung, SKPD jajaran Pemerintah Provinsi Bali yang terkait, Raja dan Sultan Nusantara dari Indonesia dan luar negeri. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved