Hari Pendidikan Nasional

1.400 Anak per Tahun Putus Sekolah di Bali, Anak Alam Pilih Galang Koin

Kalau 4 juta orang di Bali, menyumbang seribu saja, kita sudah bisa mengumpulkan Rp 4 milliar. Ini langkah kecil, tapi....

1.400 Anak per Tahun Putus Sekolah di Bali, Anak Alam Pilih Galang Koin
Tribun Bali/Rizal Fanany
Dua siswi SD pulang dari sekolah di Seda Blandingan Bangli. Mereka harus menempuh waktu tiga sampai empat jam perjalanan untuk bisa sampai di sekolah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyaknya jumlah anak di Bali yang putus sekolah, mengetuk sejumlah pemuda di Komunitas Anak Alam untuk turut mengulurkan tangan.

Mereka mencetuskan gerakan seribu koin untuk pendidikan anak-anak kurang beruntung, khususnya yang tinggal di daerah pelosok.

(Berita Terkait: Setiap Tahun 1.400 Anak Bali Putus Sekolah)

Sejak dirintis setahun lalu, tepatnya pada Hari Pendidikan Nasional, Komunitas Anak Alam telah berhasil melibatkan lebih banyak anak muda.

Mereka hendak mengajak masyarakat untuk turut peduli dan berbagi.

“Ini sudah menjadi gerakan masyarakat. Koin hanya sebagai simbol saja, dan memang merupakan upaya yang paling mudah diikuti oleh siapa saja,” kata Pande kepada Tribun Bali, Jumat (1/5/2015).

Sebelumnya, bantuan yang berhasil dikumpulkan Komunitas Anak Alam memang lebih banyak berupa makanan dan barang seperti makanan.

Namun kemudian mereka berpikir, akan lebih baik kiranya apabila bisa membantu anak-anak agar bisa melanjutkan pendidikan.

Pande menambahkan, masyarakat yang ingin membantu, tidak harus dengan koin, melainkan dapat juga memberi lebih sesuai kemampuan.

Menurutnya, seandainya semua masyarakat di Bali mau berbagi dan turut peduli, masalah pendidikan akan segera terentaskan.

Halaman
12
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved