Breaking News:

Hari Pendidikan Nasional

Beasiswa Rp 134 Miliar untuk 106.949 Siswa Miskin di Bali

Untuk siswa SD Rp 620 ribu per tahun, SMP Rp 890 ribu per tahun, SMA Rp 2 juta per tahun. Sedangkan siswa SMK Rp 3,2 juta setahun

Tribun Bali
SDN 3 Sesetan Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain uluran tangan dari mereka yang peduli, pemerintah menjadi aktor utama yang bertanggung jawab menyediakan akses pendidikan bagi warganya yang tidak mampu.

Di tahun 2015 ini Provinsi Bali mengeluarkan Beasiswa Siswa Miskin (BSM) untuk siswa SD-SMA sebesar Rp 134 miliar.

Dari jumlah itu, Rp 35 miliar diberikan kepada 56.807 siswa SD, Rp 18 miliar untuk 21.066 siswa SMP, Rp 22 miliar untuk 11.196 siswa SMA, dan Rp 57 miliar untuk siswa SMK.

“Untuk siswa SD Rp 620 ribu per tahun, SMP Rp 890 ribu per tahun, SMA Rp 2 juta per tahun. Sedangkan siswa SMK Rp 3,2 juta setahun,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani.

Tia mengatakan, untuk penetapan penyaluran BSM pihaknya telah mengundang seluruh kabupeten/kota dan menyosialisasikan kepada kepala sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK.

“Sasarannya benar-benar siswa miskin. Satu di antara syaratnya adalah dengan penerbitan surat keterangan miskin yang dimiliki masyarakat yang penjaminannya oleh kepala sekolah,” ujarnya.

Wardhani menegaskan langkah ini ditempuh supaya menjamin BSM diberikan kepada siswa miskin yang berhak dan tepat sasaran.

Bahkan, Gubernur pun sudah bersurat kepada seluruh bupati/wali kota bagi penerima beasiswa dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 semua anak yang mendapat beasiswa, namanya harus ditempel di papan pengumuman sekolah.

“Ini upaya transparansi agar semua warga sekolah itu tahu,” ujarnya.

Dikatakannya sasaran dari BSM ini peruntukkannya di luar dari penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikelola oleh sekolah.

“BSM ini dimanfaatkan oleh siswa miskin untuk kebutuhan dana di luar BOS. Kalau orang  yang sudah punya uang mungkin bisa dibantu oleh orang tua,” paparnya.

Ia menjelaskan bantuan ini lebih dikhususkan untuk siswa miskin yang diambil dari APBD Pemerintah Provinsi Bali.

“Dana ini dikeluarkan agar anak-anak yang tidak mampu tidak sampai putus sekolah. Itu tujuannya,”katanya. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved