Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Art and Culture

Inilah Cita-cita Lila: Ingin Melatih Tari Anak Tuna Daksa

Apabila dalam waktu tiga bulan tidak berhasil membina anak tuna rungu, Lila berencana akan menutup sanggarnya.

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali
Tribun Bali
I Made Lila Arsana SSn, pendiri sanggar Sandi Murni Kumara, khusus untuk anak berkebutuhan khusus, di Jalan Subur, Gang Mirahati I, Denpasar, Bali. Sanggar ini tidak dipungut biaya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat pertama kali melatih anak-anak didiknya, I Made Lila Arsana SSn, pendiri sanggar Sandi Murni Kumara untuk anak tuna rungu yang bebas biaya ini, mengaku tantangannya sangat besar, hingga dia meneteskan air mata.

Kerap juga malam harinya dia tidak bisa tidur karena gelisah.

Apabila dalam waktu tiga bulan tidak berhasil membina mereka, Lila sempat berencana akan menutup sanggarnya.

(Menakjubkan, Pria Ini Dirikan Sanggar Anak Tuna Rungu Tanpa Pungutan Biaya)

“Saya terus berpikir, bagaimana caranya membantu mereka. Anak-anak itu sangat sensitif, mereka mudah sekali tersinggung. Pendekatan saya hanya satu, dari hati ke hati. Apabila mereka bilang tidak mau ya tidak mau. Tapi ya, di sinilah tantangannya,” ucapnya.

Saat melatih anak-anak itu, Lila tetap berusaha tegas pada mereka.

Dia selalu menekankan kedisiplinan.

“Saya ingin agar mereka juga bisa sama seperti kita. Saya juga bermimpi mereka bisa sampai hingga ke tingkat Internasional. Saat melatih memang saya tegas, tapi sesudahnya, saya sahabat mereka,” terangnya.

Lila menceritakan, awalnya anak-anak itu sering enggan dan menolak untuk latihan.

Bahkan ada yang ngambek dan menyampaikan banyak alasan.

Namun Lila mencoba terus memberi motivasi.

Kini dia merasa bersyukur anak-anak didiknya sebagian besar telah berhasil, baik dari perubahan sikap yang semakin tenang maupun kemampuan menari Bali.

Sejauh ini Lila masih fokus untuk mengajar anak-anak tuna rungu.

Ke depannya berencana akan mengkolaborasikannya dengan mereka yang mengalami downsindrom.

Hanya saja Lila belum berani melatih anak tuna daksa maupun yang berkebutuhan khusus lain.  

“Saya perlu belajar lagi cara yang pas. Tidak bisa hanya sembarangan. Kalau salah metode saya, akan sulit untuk membetulkan mereka,” tandasnya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved