Tip Sehat untuk Anda

Waspada, Jasad Renik pada Pakaian Bekas Picu Masalah Kulit

Inilah yang akan menimbulkan masalah karena adanya jasad renik yang tumbuh seperti kuman, bakteri, jamur, tungau, kutu, dan lain sabagainya

Waspada, Jasad Renik pada Pakaian Bekas Picu Masalah Kulit
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pembeli pakian impor bekas sedang memilih pakaian di seputaran jalan Marlboro, Denpasar, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Indah (23), tampak sedang asik memilih pakaian impor bekas yang banyak dijual dan terpajang di seputaran jalan Marlboro, Denpasar, Bali, Senin (18/5/2015).

Remaja putri ini terlihat sangat antusias untuk memilah pakaian yang akan dibelinya.

"Saya beli baju di sini karena pakaiannya memang bagus walau sudah bekas. Saya biasa kok beli baju di sini. Sampai saat ini, astungkara belum pernah ada gangguan kesehatan sih karena beli baju impor bekas," ujarnya sembari terus fokus memilih pakaian yang akan dibelinya.

Anton, salah satu penjual pakaian import bekas di seputaran jalan Marlboro, Denpasar pun mengaku selama ini belum ada keluhan dari pelanggannya terkait dengan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pakaian import bekas yang dijualnya.

"Yang bilang pakaian kita jadi bibit penyakit itu ya mungkin orang sirik, sampai saat ini belum ada yang ngeluh kok. Aman-aman saja saya jualan pakaian seperti ini," terangnya

Sementara itu, Kepala Bagian Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah, Prof. Dr.dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK menjelaskan, terkait dengan kesehatan kulit, tidak ada perbedaan berarti antara  baju impor bekas maupun pakaian baru.

Keduanya dapat menimbulkan masalah pada kulit jika dibeli dalam keadaan kotor.

"Pakaian bekas maupun baru ada yang kondisinya bersih, dan ada yang kotor. Khususnya pakaian impor bekas, biasanya disimpan berbulan-bulan dalam keadaan kotor. Inilah yang akan menimbulkan masalah karena adanya jasad renik (mikro organisme) yang tumbuh seperti kuman, bakteri, jamur, tungau, kutu, dan lain sabagainya," ujar Prof Swastika beberapa waktu lalu.

Terkait dengan kemungkinan jasad renik tersebut menginfeksi kulit, menurutnya itu tergantung dari kondisi kulit seseorang.

"Jika kulit sehat belum tentu mampu terinfeksi dengan mudah, karena kulit manusia sudah memiliki mekanisme untuk melawan kuman-kuman. Namun, jika kulit tidak sehat atau kulit sensitif, pasti akan mudah terinfeksi dengan berbagai jasad renik tersebut," tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, jika baju kotor yang masih dipenuhi jasad renik tersebut menginfeksi kulit maka akan timbul adalah berbagai masalah kulit seperti gatal-gatal karena kuman, Scabies karena tungau, bisul karena infeksi bakteri, dan masalah kulit lainnya.

Seluruh jasad renik tersebut dapat mati dengan cara mencuci pakaian dengan bersih menggunakan sabun, dan direndam dengan air panas, dan disetrika.

"Namun, hati - hati untuk merendam pakaian dengan kain nilon karena dapat membuat pakaian hancur," tambahnya (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved