Bali United Pusam
Debut Endra Bersama Bali United Tanpa Tepuk Tangan
Baginya, laga itu ingin dijadikan pembuktian Endra Prasetya. Sayang, perjuangan tim antiklimaks.
Penulis: Marianus Seran | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pertemuan Bali United Pusam kontra Persib Bandung di Stadion Kapten Dipta Gianyar, Minggu (17/5/2015) menjadi momentum penting bagi kiper Bali United, Endra Prasetya.
Endra yang selama ini disimpan pelatih Indra Sjafri, akhirnya diturunkan dalam laga itu.
Penampilan itu adalah laga pertamanya setelah berbaju Serdadu Tridatu. Eks kiper Persebaya Surabaya itu juga mendapat tanggung jawab besar sebagai kapten tim.
Dia dipercaya menggantikan peran kapten dan kiper utama, Yoo Jae Hoon. Namun, debut Endra Prasetya berakhir tanpa "tepuk tangan".
Pemain berusia 34 tahun ini tidak mampu mempertahankan keperawanan gawang Bali United.
Kekalahan atas tim tamu Persib Maung Bandung kembali terulang. Endra Prasetya telah melakukan penjagaan sekuat tenaga untuk mengawal gawang.
Baginya, laga itu ingin dijadikan pembuktian Endra Prasetya. Sayang, perjuangan tim antiklimaks.
Gawang mantan kiper PSBI Blitar dan Persela Lamongan ini, baru sepi dari tekanan ketika Coach Indra Sjafri merotasi pemain pada menit ke-35.
Lini belakang tampak aman ketika Cristian Febre Santis masuk menggantikan Syaeful Anwar.
Duet Febre Santis dan Wahyu Kristanto mampu menahan pergerakan striker Persib Bandung Ilija Spasojevic dkk.
Gol pertama ke gawang Endra Prasetya tercipta di menit 21 lewat sundulan Spaso yang memanfaatkan umpan silang M Ridwan.
Bola yang menyosor ke sisi kanan jaring gawang tak mampu disentuh Endra Prasetya. Gol pertama bagi gawang Endra Prasetya tercipta. Gol bermula dari sisi kiri pertahanan.
Syaeful Anwar bek muda Bali United tak sanggup membendung pergerakan M Ridwan yang berujung gol.
Gol kedua ke gawang Endra Prasetya, tercipta menit ke-30. Taufik membobol gawang Bali United setelah menerima umpan dari Toni Sucipto di sisi kiri.
Endra Prasetya tidak mampu menjangkau tendangan keras kaki kanan Taufik.
Pelajaran berharga bagi Endra Prasetya dalam laga ini. Meski kalah, di benak pria kelahiran Madiun 1 Mei 1981 ini, kesebelasan Bali United saat ini menjadi prioritas.
Dalam latihan dan pertandingan, tim harus tetap diutamakan di atas segala kepentingan lain.
Endra Prasetya mengeluarkan semua kemampuan dan kualitas untuk bisa merebut hati tim pelatih. "Total di lapangan.
Pertama atau kapan saya dimainkan, itu keputusan tim pelatih. Yang utama dan prioritas adalah tim ini. Kebutuhan tim itu di atas segalanya," kata putra pasangan Soeprapto dan Euis Yoyoh Komaria ini.
Endra optimistis dengan Serdadu Tridatu yang dihuni pemain muda. Memang butuh waktu dan proses untuk mendapat komposisi tim yang padu dan menuai prestasi.
Dengan menjaga kekompokkan dan suasana persaudaraan, tak mustahil prestasi terbaik bisa diukir bersama Serdadu Tridatu.
"Bagi pemain muda harus terus giat berlatih, disiplin, jaga kualitas diri, dan selalu memotivasi diri buat yang terbaik, pasti kelak akan berhasil," pesan Endra Prasetya yang kini berusia 34 di Bali United. (*)
Yuk!! gabung kami:
LIKE Facebook:https://www.facebook.com/tribunbali
FOLLOW : www.twitter.com@tribun_bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tribunbali-edisi-khusus-kiper-bali-united-pusam-endra-prasetya-19052015_20150519_154215.jpg)