Citizen Journalism

Tanam Mangrove Sambil Berkano

Mangrove for Love (MfL) merupakan salah program dari Gerakan Earth Hour Denpasar. Kegiatan ini mulai dilakukan pada tanggal 25 April 2015 dengan targe

Tanam Mangrove Sambil Berkano
Istimewa

TRIBUN-BALI.COM – Mangrove for Love (MfL) merupakan salah program dari Gerakan Earth Hour Denpasar. Kegiatan ini mulai dilakukan pada tanggal 25 April 2015 dengan target 300 mangrove yang tertanam.

Menanam 300 pohon mangrove itu sebenarnya tidak lama. Selesai menanam, kami membersihkan area tanam dari sampah plastik atau yang non-organik.

Selesai penanaman, kami isi dengan ngobrol santai tentang mangrove dan keberadaan nelayan Wanasari serta kampung kepitingnya.

Selesai penanaman, kami melakukan proses pembibitan yaitu pemindahan mangrove dari tempat pertumbuhan daun dan akar ke polibag.

Lumayan banyak yang dipindahkan, tapi seru karena dikerjakan banyak orang. Waktu itu, yang membantu cukup banyak, ada dari mahasiswa dan komunitas SMAILI (komunitas keluarga yang anak-anaknya home schooling).

Komunitas SMAILI ini yang paling rajin hadir di setiap kegiatan MfL dari awal berlangsung di Bulan Februari. Pesertanya dari berbagai usia, dari yang masih Balita hingga usia sekolah dasar.

Kami hanya melakukan pembersihan satu minggu sekali, dan itu paling hanya dalam waktu satu jam dengan luas area tanam sekitar 20 meter persegi. Sampah yang kami ambil juga paling banyak lima kampil.

Sementara mangrove itu menerima sampah sepanjang waktu tanpa henti. Jelas yang kami lakukan sebenarnya tidak efektif jika ingin area tanam mangrove kami itu bersih dan bebas sampah.

Area tanam kami tepat berada di hilir sungai. Sungai yang mengalir ke sana selalu membawa sampah, belum lagi kiriman dari laut dan lainnya.

Tidak tahu bagaimana nasib mangrove yang sudah besar, mungkin mereka sudah bertahun-tahun mengalami itu.

Halaman
12
Editor: gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved