Smart Women
Ini Dia Vitariana, Pianis yang Ahli Akupunktur
Barangkali tidak banyak musisi yang menekuni bidang kedokteran, atau sebaliknya, dokter yang juga seorang pemain musik.
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Barangkali tidak banyak musisi yang menekuni bidang kedokteran, atau sebaliknya, dokter yang juga seorang pemain musik.
Dr Vitariana Akp M Biomed (AAM) CT – Abrsm, boleh dikata satu dari sedikit perempuan yang mengambil jalan itu.
Vita telah mengenal dunia musik sejak kecil, sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi kedokteran di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Kini selain menjadi pengajar di Prodi musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, Vita juga membuka praktek pribadi akupunktur dan anti aging.

Vita juga mendirikan sekolah musik berlabel, Vita Music Bali pada 2004 yang menggunakan kurikulum ujian Internasional Abrsm UK dan Trinity College London.
“Sesungguhnya musik dan dunia kedokteran itu tidak jauh berbeda. Keduanya bagian dari seni,” katanya pada Tribun Bali, Jumat (29/5/2015) di Jalan Tukad Batanghari, Renon, Denpasar, Bali.
Kedua bidang yang seakan berseberangan itu tetap dijalankan Vita karena ia terinspirasi konsep Tri Hita Karana.
Baginya, penting untuk membuat hidup ini menjadi seimbang, bisa menjalani profesi sekaligus melakoni hobi.
Sebagai dokter, Vita lebih mengedepankan sentuhan personal, mengutamakan sisi humanis, tanggungjawab moral sebagai manusia.
Karenanya saat menjalankan prakteknya, Vita tidak semata hanya mementingkan keuntungan materi.
“Saya saat pindah ke Bali tidak kenal siapa-siapa. Tapi belakangan, pasien dan murid-murid saya yang menjadi kawan, sahabat, saudara,” tutur istri dari Agus Budijanto itu.
Meskipun Vita sangat disibukkan oleh berbagai agenda pribadinya, namun ia selalu menyempatkan diri untuk turut dalam kegiatan sosial.
“Me time saya adalah berbagi kepada mereka yang kurang beruntung, atau misalnya memberikan pengobatan gratis,” terangnya.
Vita mengaku, ayahnya, Dr Yohandoyo (alm) yang banyak mempengaruhinya.
Sang ayah kerap mengajak Vita terlibat dalam kegiatan sosial, baik dalam bentuk medis ataupun edukasi kesehatan.
“Nah, ternyata di Bali ada banyak juga kawan-kawan yang mengajak saya. Wahh, saya paling senang kalau bisa turut membantu. Apalagi kalau sampai ada yang bilang, bu dokter terimakasih ya, saya bisa sembuh. Wah, bahagia sekali rasanya,” tuturnya.
Di sanalah menurut Vita bentuk implementasi Tri Hita Karana.
Sesibuk apapun seseorang, menurutnya, akan jauh lebih baik apabila bisa meluangkan beberapa untuk berbagi dengan sesama.
“Kalau sibuk terus dengan rutinitas, bisa stress juga kan?” katanya seraya bergurau.
Pernah suatu kali ia mendengar nasehat dari seorang dokter yang hingga kini terus menjadi pegangan hidupnya.
Saat itu ia dan kawan-kawannya diminta untuk melaporkan hasil pemeriksaan dan perkembangan pasien masing-masing.
“Nah, saat laporan pagi itu, ada yang bilang pasien no bed sekian. Dokter itu langsung marah. Kenapa mereka diberi nomor, pasien itu juga kan manusia. Jadi harus tahu dan disebutkan namanya, usianya berapa,” ucapnya.
Menurutnya, pasien harus tetap diperlakukan dengan manusiawi.
“Bayangkan kalau kita ada di posisi mereka,” tandasnya.
Pilihan Vita mengambil fokus akupunktur juga didasari atas pengalaman tersebut.
Ia merasa ada bagian dalam dirinya yang tidak tega jika suatu kali harus memberi kabar buruk semisal info kematian kepada keluarga pasien.
“Di sana saya merasa tidak tega. Kalau pasien akupunktur, sifatnya tidak emergensi. Saya bisa lebih relak ngobrol dengan pasien. Ya, mungkin saya memang tidak cocok di UGD. Pada dasarnya, lakukan apa yang membuat hatimu nyaman,” ujarnya.
Kemampuan Vita sebagai dokter coba diaplikasikannya juga dalam bidang olahraga.
Ia turut terlibat menjadi tim medis dalam organisasi wushu Garuda Dewata Wushu.
Baginya, wushu juga bagian dari seni, sehingga antara kedokteran, musik, dan wushu, sejatinya saling berkaitan. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/vita_20150531_114601.jpg)