Pengoplos Gas Ini Santai Persilahkan Polisi Masuk dan Duduk di Warungnya

EN, warga yang tinggal di jalan Mahendradata, Gang Pucuk Manik II, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Gianyar, begitu percaya diri saat polisi menyamban

Istimewa
Ilustrasi Pengoplosan gas elpiji 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - EN, warga yang tinggal di jalan Mahendradata, Gang Pucuk Manik II, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Gianyar, begitu percaya diri saat polisi menyambangi kediamannya, Minggu (31/5/2015).

Ia terlihat santai sembari duduk di depan warung. EN pun mempersilahkan polisi melakukan penggeledahan.

"Silahkan pak diperiksa," kata dia menyambut lima anggota Polres Gianyar.

Rumahnya yang ada di gang menyamarkan aksinya dalam mengoplos gas.

Polisi yang mendapat sinyal welcome langsung memeriksa seisi rumahnya sampai di sudut terkecil.

"Ini apa?” tanya polisi kepada EN. Sang pengoplos tak bisa berkutik tatkala petugas menemukan tempat tersembunyi di mana dia mengoplos gas.

Lokasinya tepat di belakang pintu. Tempat yang cukup tersembunyi untuk mengelabuhi para pembeli.

Selain menemukan sejumlah alat pengoplosan sederhana seperti es batangan dan baskom, ditemukan juga ratusan tabung Elpiji 3 kilogram dan puluhan tabung Elpiji 12 kilogram. Barang bukti tersebut langsung diamankan.

"Hanya Rp 50 ribu pak untuk empat tabung 3 kilogram yang saya bagi dari Elpiji 12 kilogram," akunya.

Kanit IV,Tipiter Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Winangun, mengatakan belum bisa memberikan komentar banyak ihwal penggrebekan tersebut.

Kata dia, kasus ini masih dalam pengembangan. Jika dalam proses pengembangan EN terbukti bersalah, maka ia melanggar UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas.

"Sebelumnya kami mendapat laporan dari masyarakat. Barang bukti sudah diamankan. Kami masih melakukan pengembangan," terangnya. (*)

Penulis: I Putu Darmendra
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved