Tip Sehat untuk Anda

Hindari Resiko, Bayi dalam Kandungan pun Bisa Menjadi Anggota BPJS

Jika bayi terlahir sakit atau adanya kelainan, tidak akan menjadi beban keluarga karena sudah dijamin oleh BPJS kesehatan.

Hindari Resiko, Bayi dalam Kandungan pun Bisa Menjadi Anggota BPJS
kompas.com
Ilustrasi hamil 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR Kepala Departemen Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Divisi Regional XI, - Yerry Gerson Rumawak,  tersenyum sumringah ketika ditemui dikantornya, Senin (1/6/2015).

Ia menatakan, bayi yang masih berada di dalam kandungan kini bisa didaftarkan menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Ini dikarenakan adanya kekhawatiran seorang bayi saat di dalam kandungan mengalami gangguan kesehatan yang berpengaruh saat bayi tersebut lahir nantinya.  Sehingga, dengan lebih dini didaftarkan menjadi anggota BPJS maka nanti perawatan bayi pasca lahir saat itu tidak akan menjadi beban keluarga dan semua tercover BPJS," terangnya.

Ia menjelaskan, maksud dari adanya kekhawatiran pada bayi tersebut adalah adanya resiko gangguan kesehatan setelah bayi lahir seperti lahir prematur, bayi dengan berbagai kelainan seperti hidrocefalus dan gangguan kesehatan lainnya pada bayi.

"Semua resiko tersebut nantinya bisa dialihkan dengan mendaftarakan bayi menjadi anggota BPJS sejak dokter menyatakan adanya kehidupan di rahim si ibu," ujar Yerry.

Pendaftaran peserta BPJS pada bayi dalam kandungan tersebut hanya berlaku bagi peserta mandiri sehingga bayi yang dilahirkan nantinya akan menjadi anggota BPJS Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Sedangkan, anggota BPJS lainnya seperti  pekerja penerima upah akan secara otomatis menjadi anggota yang include dalam potongan gaji orang tuanya.

"Secara administrasi, nantinya calon bayi akan terdaftar dengan nama ibunya. Nantinya, update data dapat dilakukan tiga bulan setelah bayi terlahir," terang Yerry.

Dengan tercovernya calon bayi dalam keangotaan BPJS, orang tua tidak perlu lagi khawatir.

Jika terlahir sehat dan normal, keanggotaan bayi tersebut dapat dilanjutkan.

Namun, jika bayi terlahir sakit atau adanya kelainan, tidak akan menjadi beban keluarga karena sudah dijamin oleh BPJS kesehatan. (*)

Tags
bayi
BPJS
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved