Breaking News:

Hari Raya Waisak

Umat Buddha di Vihara Buddha Sakyamuni Lepas 1.250 Perkutut

Sembari berdoa, para pandita melakukan pemberkatan dengan memercikan air suci ke burung-burung yang akan dilepaskan.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Umat Buddha di Vihara Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar melepaskan burung perkutut sebagai simbol dari ritual Abhayadana dalam memperingati Hari Raya Waisak, Selasa (2/6/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekira pukul 16.30 Wita, banyak orang berkumpul di halaman depan Vihara Buddha Sakyamuni, Jalan Gunung Agung Lk Padang Udayana 3A, Denpasar, Bali.

Mereka melepas 1.250 ekor burung mengawali perayaan Hari Raya Waisak 2559 BE/ 2015 yang jatuh pada Selasa (2/6/2015) kemarin.

Hari itu, umat Buddha yang terdiri dari anak kecil, remaja, dewasa hingga lansia beramai-ramai memenuhi pelataran depan vihara.

Di sana, sembari memegang kantung kertas berisi burung perkutut, mereka mengucapkan doa sebelum melepaskan burung-burung tersebut. Sembari berdoa, para pandita melakukan pemberkatan dengan memercikan air suci ke burung-burung yang akan dilepaskan.



Umat Buddha di Vihara Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar melepaskan burung perkutut sebagai simbol dari ritual Abhayadana dalam memperingati Hari Raya Waisak, Selasa (2/6/2015).

Ketua pengurus Vihara Buddha Sakyamuni, Oscar NW menyatakan, ritual pelepasan burung itu memiliki makna simbolis memberikan kebahagiaan kepada makhluk lain.

Sekaligus sebagai bentuk harapan agar para umat tersebut dapat terlepas dari bahaya dan hal-hal kurang baik.

"Dengan membebaskan burung-burung ini, berarti kita memberikan kebahagiaan kepada mereka, sesama makhluk hidup," papar Oscar kepada Tribun Bali.

"Secara spiritual, dengan melepaskan burung, umat sudah melakukan sebuah karma baik," tambah Astika Wiguna, Sekretaris Vihara Buddha Sakyamuni.

Hal ini senada dengan tema Waisak tahun ini, Dhamma Melindungi yang Melaksanakan.

Ritual Abhayadana tahun ini, menurut Astika, diikuti oleh sekitar 2.500 umat Buddha Denpasar.

Dari area depan Vihara hingga teras depan, tampak dipenuhi umat Buddha yang hadir untuk merayakan Hari Raya Waisak di Vihara Sakyamuni tersebut.

Usai ritual Abhayadana, rangkaian perayaan Waisak kemarin dilanjutkan dengan Puja Bakti Perayaan Trisuci Waisak hingga pukul 19.00 Wita.

Puja Bakti yang berupa acara kebaktian umat Buddha ini berlaku untuk semua kalangan, baik dewasa dan anak-anak.

Kali ini, YM Sucirano Thera yang memimpin Puja Bakti Perayaan Trisuci Waisak 2559 BE/2015.

Acara terakhir pada pukul 23.45 - 00.45 Wita umat Buddha bermeditasi bersama untuk menyambut detik-detik Waisak. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved