Smart Women
Kebaya Identik Glanmor, Pertahankan Spirit Kepolosan dan Sederhana
Saya ingin mencari jati diri, mengikuti idealisme saya. Saya tidak suka mengikuti orang banyak, saya ingin menjadi beda
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - Sinta Chrisna pernah menciptakan karya heritage art yang terinspirasi dari semangat perempuan Bali masa lalu.
Ia menilai, meskipun apa yang ia ciptakan identik dengan keglamoran, namun spirit yang diusungnya tetap sama, yakni kepolosan dan kesederhanaan.
Ia memandang, memang benar kini perempuan Bali sudah banyak yang menggunakan kebaya glamor. Tapi setidaknya karakter dasar perlu tetap dipertahankan, yakni setia pada adat dan pekerja keras, serta tidak tergerus hedonisme.
“Saya ingin mencari jati diri, mengikuti idealisme saya. Saya tidak suka mengikuti orang banyak, saya ingin menjadi beda. Tidak dapat dipungkiri, memang yang banyak menginspirasi saya adalah Anne Avantie,” ujar suami dari Agus Umaryadi, B.Com, MIB, Mba itu.
Menurutnya, Anne memiliki karakter yang kuat. Dari sang designer ternama itulah Shinta banyak belajar. Hanya saja ia menyadari, dirinya tidak akan pernah sama dengan Anne.
“Saya memang tidak akan bisa seperti dia karena latar kultural kami berbeda. Karya saya tentunya tidak lepas dari spirit dan budaya Bali,” tandasnya.
Shinta pernah meraih rekor Muri Indonesia Book of Record 2014 atas prestasinya sebagai designer kultur Indonesia muda berprestasi dan produktif berkarya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tribunbali-sintha-chrisna-3-07062015_20150607_155420.jpg)