Smart Women
Shinta Mengedukasi Masyarakat Agar Tak Jadi Korban Tren Kebaya
Shinta senang pula mendengarkan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana yang ternyata banyak memberinya inspirasi dalam berkarya
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - I Gusti Ayu Sintha Chrisnawati SE MM atau akrab disapa Sintha Chrisna mengaku banyak belajar dari sekian kegagalan yang dialaminya, sehingga kini membuatnya semakin matang.
Ia pun semakin yakin, memang jalan karirnya adalah di bidang seni, tidak hanya semata mengikuti keinginan untuk mencari uang dan uang. Karena itu pula, dalam menciptakan setiap karya ia sangat total menuangkan imajinasinya.
“Kadang saya lihat ada orang yang designnya sangat simple sehingga terlalu mudah untuk ditiru. Nah, saya punya teknik sendiri yang membuat orang tidak terpikir untuk menirunya,” tandasnya.
Shinta senang pula mendengarkan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana yang ternyata banyak memberinya inspirasi dalam berkarya. Dari sana ia memahami arti simbolis yang terkandung dalam setiap warna.
Melalui karya-karyanya, Shinta juga berupaya untuk mengedukasi masyarakat agar kiranya tidak hanya menjadi korban tren. Ia sadar betul, ketika seseorang memasuki pergaulan sosialita, besar kemungkinan tergelincir menjadi pengikut mode.
“Boleh kita memberi reward pada diri, tapi tetap pada batasnya,” tandas perempuan yang kini tengah menempuh studi S3 di Kajian Budaya Universitas Udayana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tribunbali-sintha-chrisna-5-07062015_20150607_155738.jpg)