Liputan Khusus

'Orang Pintar' Susah Lacak Penjahat yang Terus Gerak

Dalam kasus hilangnya Angeline, JMM termasuk salah-satu dari lima ‘orang pintar` yang diminta jasanya untuk membantu melacak secara niskala.

'Orang Pintar' Susah Lacak Penjahat yang Terus Gerak
Tribun Bali/Edi Suwiknyo
Jro Kerek berdoa sembari memegang foto Angeline di Jalan Sedap Malam No 26, Kesiman, Denpasar, Kamis (21/5/2015). Polisi menempuh cara niskala untuk menemukan Angeline. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pada Sabtu (6/6/2015) sekitar pukul 20.30 Wita, Tribun Bali menemui seorang balian di kawasan ‎Denpasar.

Inisialnya JMM, karena ia keberatan disebut nama lengkap dan alamat rumahnya dengan alasan tak ingin ada kesan bahwa `kelebihannya` dikomersialkan lewat pemberitaan media.

Ditemui di bale rumahnya, JMM berpendapat bahwa pengungkapan kasus secara niskala kerap bersinggungan dengan fakta atau sekala.

Oleh karena itu, menurut JMM, kerja kepolisian sebetulnya bisa beriringan dengan ikhtiar `orang pintar`.

JMM menyebutkan, ia beberapa kali telah dimintai bantuan kepolisian untuk turut memberi `petunjuk` atas kasus-kasus kejahatan antara lain pembunuhan dan penculikan.

Jasa JMM dipakai tak hanya di Bali tapi juga di luar Bali.

Ada beberapa upaya supranatural yang dilakukan JMM melalui `kelebihannya`, yaitu penerawangan lewat foto atau dengan turun di tempat kejadian perkara (TKP) serta pemanggilan roh.

Dalam kasus penculikan, biasanya JMM meminta foto korban.

Lewat medium foto itu, ia bisa melihat dengan mata batinnya bagaimana kondisi korban penculikan, sedang bersama siapa dan perkiraan posisinya dimana.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved