Smart Women
Keliru Penafsiran Agama Seseorang Bisa Hilang Rasa Kemanusiannya
Pegangan hidup itulah yang mengantar perjalanan Arsaningsih hingga saat ini. Meskipun sebelumnya bertahun-tahun kerap menghadapi berbagai persoalan
Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM - Arsaningsih menilai selama ini, kerap kali seseorang kehilangan rasa kemanusiaannya karena keliru menafsiran ajaran sebuah agama.
“Padahal semua agama itu tujuan utamanya sama, yakni untuk perdamaian. Apa yang saya perjuangkan sifatnya lebih universal, tanpa memandang latar belakang seseorang. Kemanusiaan dan cinta kasih itu untuk semua umat,” tambahnya.
Arsaningsih menjalani hari-harinya selalu berlandaskan pada konsep untuk melayani semua jiwa. Atas segala dedikasi dan kontribusi yang diberikannya, Arsaningsih menerima penghargaan Tri Hita Karana Nugraha 2014 dari Bali Travel News.
Pegangan hidup itulah yang mengantar perjalanan Arsaningsih hingga saat ini. Meskipun sebelumnya bertahun-tahun kerap menghadapi berbagai persoalan yang terbilang sangat pelik.
“Saya dulu sering sakit, pernah struk, serangan jantung, dan operasi hingga delapan kali. Namun saya mencoba berdamai dan memahami tubuh saya. Sembari terus berjuang, saya berserah saja, agar diberikan yang terbaik,” tuturnya.
Hingga akhirnya Arsaningsih memahami konsep energi yang ternyata sangat membantunya menata hidup kembali. Menjadi seimbang antara kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Karena itu pula, Arsaningsih yang juga dikenal sebagai guru energy dan fengsui ingin mambagikan manfaat positif itu ke lebih banyak orang.
“Ternyata banyak yang tertarik untuk program penjernihan jiwa dan pikiran ini. Mereka sudah merasakan manfaatnya. Ada juga dari kalangan seniman yang ikut,” ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tribunbali-arsaningsih-se-14062015_20150614_124226.jpg)