Pesta Kesenian Bali
Pertunjukan Kisah Sampik Ingtai 4 Jam Tanpa Kehilangan Penonton
Parade Drama Gong Puspa Anom Banyuning Buleleng, Kabupaten Buleleng bermain selama 4 jam dari pukul 20.00 Wita hingga 24.00 Wita. Mereka tampil pada P
Laporan Wartawan Tribun Bali A.A Putu Santiasa Putra
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Parade Drama Gong Puspa Anom Banyuning Buleleng, Kabupaten Buleleng bermain selama 4 jam dari pukul 20.00 Wita hingga 24.00 Wita. Mereka tampil pada PKB XXXVII di Kalangan Ayodya, Art Centre Denpasar Senin (22/6/2015).
Meski bermain selama 4 jam penonton masih tetap setia menyaksikan pementasan dengan antusias. Sebab drama gong Puspa Anom ini dimainkan oleh generasi pertamanya. Maka tak heran yang bermain diatas panggung ialah sejumlah pemain yang lanjut usia.
Drama gong ini membawakan kisah tentang Sampik Ingtai yang menjadi naskah andalan sekaa gong ini.
Menurut salah seorang pengamat I Wayan Sugita pementasan ini begitu memukau penonton dan dirinya pribadi. Ia merasa kagum dengan stamina para pemain yang usainya tidak muda lagi.
"Mereka yang bermain tadi ada yang sudah berkepala 6 bahkan ada yang 7 bahkan Tapi sangat luar biasa pementasan. Dan mampu menghibur masyarakat dan nyatanya berhasil. Hanya pementasan dari Buleleng membuat pengamat ketawa" ujarnya seusai pementasan berlangsung.
Lebih jauh ia menjelaskan drama gong dari Bali Utara memiliki karakter dan logat yang unik. Apapun yang dikatakan oleh aktornya pasti penonton tertawa, sebab dialek yang dibawakan sudah lucu. Tapi kedepan PR terbesarnya adalah mencetak generasi baru agar yang bermain tidak itu-itu saja.
"Generasi adalah hal yang harus kita lakukan, agar yang bermain tidal pemain yang sering bermain"jelasnya.
Sekilas tentang Sampik, ia adalah seorang pria yang ingin bersekolah di kota Hanciu (sekolah khusus laki-laki). Ia meminta izin kepada mekele (ayahnya) untuk melanjutkan sekolah.
Di Hanciu ia bertemu dengan Ingtai, akhirnya mereka berdua berteman dekat semasa sekolah di Anciu. Sampik tidak mengetahui Ingtai adalah seorang perempuan. Akhirnya Ingtai mengakui dirinya adalah seorang perempuan yang menyamar menjadi laki-laki untuk bersekolah Hanciu.
Dan keduanya akhirnya saling mencintai. Tapi apa daya setelah berpisah karena tamat bersekolah, Ingtai telah dijodohkan dengan Macun seorang pemuda kaya.
Pementasan ini juga menggunakan backdrop panggung selama pementasan berlangsung. Backdrop ini sesuai dengan setting pementasan berlangsung.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jong_20150623_015219.jpg)