Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lebaran

Selain Narkoba, Ini Target BNN Tes Urine Ratusan Sopir di Terminal Ubung

Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mengadakan tes urin pada ratusan sopir

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: gunawan
Tribun Bali
Tes kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali di Terminal Ubung, Jumat (10/7/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mengadakan tes urin pada ratusan sopir bus mulai hari ini, Jumat (10/7/2015) sejak pukul 14.00 Wita.

Tes urin tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh sopir kendaraan mudik.

Sekitar 50 supir diperiksa hari ini, sementara sisanya akan diperiksa besok.

"Tujuannya untuk membuat perjalanan mudik aman dan nyaman bagi para penumpang. Karena kalau ada sopir bus yang kondisinya tidak baik atau mengonsumsi obat terlarang akan berdampak pada penumpangnya" jelas Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Dinkes Provinsi Bali, Ayu Rai Andayani R.

Cerita Rai Andayani, dua tahun lalu, yakni tahun 2013, di Terminal Ubung ketahuan seorang sopir yang mengonsumsi obat terlarang.

Waktu itu, sopir yang terindikasi, kata Rai telah dipantau dan tidak diizinkan untuk melakukan pemberangkatan sebagai sopir.

"Ada tahun 2013. Kalau ada yang terindikasi pasti kami berikan catatan dan laporkan ke Dishub. Di sini ada tiga kategori setelah diperiksa yakni layak, layak dengan catatan, dan tidak layak" jelasnya.

Waktu itu, satu sopir yang berdasarkan hasil tes membuktikan bahwa sopir tersebut mengonsumsi narkoba jenis amfetamin, yakni obat yang seharusnya digunakan untuk orang yang mengalami gangguan psikologi.

"Waktu itu ketahuan mengonsumsi amfetamin dia (sopirnya red). Makanya kami suruh waktu itu Dishub untuk tidak mengizinkannya nyopir," jelas Emilia Sabiruddin, dokter yang dua tahun lalu memeriksa urin sopir tersebut.

Sementara itu, Ketut Adi Lisdiani, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Bali mengatakan bahwa diadakannya tes urin untuk para sopir bus ini untuk mencegah adanya sopir yang menggunakan narkoba sebagai doping agar bisa fit dan melek.

"Ada surat edaran dari pusat. Karena kan bus akan berangkat terus menerus. Kita khawatir ada sopir-sopir yang menggunakan doping unuk bisa melek. Nah kita tidak ingin doping yang digunakan oleh sopir itu adalah narkoba. Maka dari itulah kita lakukan tes ini" jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved