Erupsi Gunung Raung

Aduh, Debu Hitam Gunung Raung Bikin Mata Perih

Warga Kabupaten Banyuwangi yang tinggal di beberapa kecamatan dekat Gunung Raung mengeluhkan kondisi mata mereka yang sakit karena abu vulkanik.

Editor: Kander Turnip
Surya/Sri Wahyunik
Semburan asap pekat Gunung Raung (3.332 Mdpl) terlihat dari KA Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi, Sabtu (4/7/2015). 

TRIBUN-BALI.com, BANYUWANGI - Sebagian warga Kabupaten Banyuwangi yang tinggal di beberapa kecamatan dekat Gunung Raung mengeluhkan kondisi mata mereka yang sakit karena abu vulkanik Gunung Raung.

Kondisi seperti itu sudah mulai dirasakan warga tiga hari belakangan ini. Untuk menghindari debu, warga menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah.

"Yang paling parah semalam. Debunya hitam dan sangat perih di mata," kata Khusnul Khotimah (40) warga Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, seperti dikutip SURYA.co.id, Sabtu (11/7/2015).

Hal serupa juga dialami Ana Kusumasari (41), warga Kecamatan Songgon yang lokasinya sekitar 12 km dari Gunung Raung.

Ia mengeluhkan kondisi matanya yang perih akibat debu vulkanik Gunung Raung.

(Baca Berita Terkait: Debu Vulkanik Menipis, Bandara Ngurah Rai Sudah Beroperasi Normal)

"Saya kaget ketika pagi-pagi sudah banyak debu hitam di halaman rumah. Ternyata debu itu perih di mata," kata Ana.

Ketersediaan masker di lingkungan Ana tidaklah langka. Perempuan yang berprofesi sebagai guru itu pun telah menyiapkan banyak masker untuk keluarganya.

Sementara Anang Pribadi (48), warga Kecamatan Kalibaru, memilih untuk meninggalkan rumahnya dalam sementara waktu. Itu ia lakukan karena abu vulkanik Gunung Raung mulai berjatuhan di rumahnya.

"Kami berkunjung ke rumah keluarga di Kecamatan Pesanggaran," kata Anang.

(Saksikan Video Terkait: VIDEO: Bandara Ngurah Rai Ditutup karena Erupsi Gunung Raung)

Sekadar informasi, Kecamatan Pesanggaran berada jauh dari Gunung Raung.

Kecamatan Pesanggaran merupakan kecamatan bagian selatan Kabupaten Banyuwangi yang dekat dengan Pantai Pulau Merah.

Anang membawa istri dan seorang anaknya ke Pesanggaran. Anang berharap kondisi Gunung Raung segera normal sehingga ia dan keluarganya bisa segera pulang.

Di samping itu, membaiknya kondisi Gunung Raung akan membuat warga bisa beraktivitas seperti biasa.

Hingga saat ini, abu vulkanik terus menyembur dari perut Gunung Raung. Kepulan asap mengarah ke timur ke Kabupaten Banyuwangi, Bali dan kawasan NTB. (*)

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved