Citizen Journalism

Sattvitri, Seniman 15 Tahun yang Miliki Puluhan Murid

Ni Made Ayu Dwi Sattvitri (15) yang telah memiliki bakat seni sejak kecil tersebut boleh dikatakan luar biasa. Bagaimana tidak, gadis kelahiran

Sattvitri, Seniman 15 Tahun yang Miliki Puluhan Murid
istimewa

TRIBUNBALI.COM - Ni Made Ayu Dwi Sattvitri (15) yang telah memiliki bakat seni sejak kecil tersebut boleh dikatakan luar biasa. Bagaimana tidak, gadis kelahiran Kapal, Badung, 27 April 2000 tersebut telah memiliki puluhan murid yang belakar berbagai seni gambelan mulai dari  kendang, gender, dan berbagai jenis gamelan lainnya sampai pada rindik.

Meski usianya yang masih terbilang belia, ia mampu mengajar anak-anak mulai dari SD hingga pada umur sebanyanya. Tidak jarang Sattvitri dijemput untuk mengajar di luar wilayah Kelurahan Kapal.

“Saya sangat senang bisa mengetok tularkan seni tabuh ini pada teman-teman. Di samping untuk menambah pengalaman, juga tentunya akan menambah pertemanan,” ujar gadis belia yang diterima sebagai siswa baru di SMK 3 Sukawati, Gianyar jurusan seni kerawitan itu.

Lebih lanjut Sattvitri menambahkan, dalam melatih teman-temannya, ia mengaku sama sekali tidak mau menerima upah.

“Saya melatih teman-teman selain untuk menambah pertemanan juga untuk lebih mengasah kemampuan dalam bidang seni,” ujarnya.

Terkait dengan memiliki kemampuan dalam bidang seni tabuh ini, anak pasangan I Ketut Budiasa dan Ni Ketut Rusmini ini tidak hanya piawai dalam memainkan gamelan Bali, tapi juga mampu menarikan beberapa tarian Bali.

Sattvitri menuturkan, kecintaan terhadap seni budaya Bali telah tumbuh sejak kecil. Lahir di keluarga seniman dari seorang kakek yang telah menggandrungi seni budaya Bali sejak dulu kemudian menurun pada ayah termasuk juga kakaknya Agus Sattvika. 

Dan saat ini ia pun mencintai kesenian Bali maupun menabuh. Tidak hanya mengikuti latihan tabuh dan tari alumni SMPN 2 Menguwi, namun anak berbintang Taurus ini juga aktif belatih di banjar maupun di rumah.

Untuk mendukung kecintaannya terhadap seni gamelan ini, keluarganya telah menyiapkan Sattvitri seperangkat gamelan Bali. Di rumahnya Sattvitri mengaku sering membantu ayahnya untuk melatih anak-anak yang ingin melatih menabuh tanpa di pungut biaya.

Untuk even kesenian berbagai lomba telah diikutinya mulai dari lomba kendang tunggal hingga tampil pada ajang bergengsi Pesta Kesenian Bali di Art Center mewakili Kabupaten Badung.

"Saya tidak hanya mengikuti lomba dan parade gamelan, Saya sering bergabung dengan penabuh anak-anak untuk "ngayah" di pura-pura," ujar Sattvitri.(*)

Penulis: Gusti
Humas Denpasar

Ingin menjadi penulis di rubrik citizen journalism Tribun Bali? Klik Link Ini

Tags
Badung
Bali
Editor: gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved