Erupsi Gunung Raung
Citilink Putar-putar Udara Denpasar Tunggu Pergerakan Pesawat Kepresidenan
Pengumuman tersebut muncul hanya selang sekitar 7 menit setelah pilot menginstruksikan "Prepare for Landing" (Persiapan Mendarat) kepada awak kabin.
Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Para penumpang yang terhormat, kita sekarang sudah berada di atas perairan Denpasar. Namun karena ada pergerakan pesawat kepresidenan yang informasinya baru saja kami terima dari menara pengawas Bandara Ngurah Rai, maka kita baru akan bisa mendarat dalam waktu 20-25 menit lagi..."
Pengumuman lewat sistem pengeras suara di pesawat itu diucapkan oleh pilot penerbangan Citilink QG 650 rute Surabaya-Denpasar, Kamis (23/7/2015) pagi.
(Baca Juga Berita Terkait: Gagal Terbang ke Jakarta, Jusuf Kalla Tertahan di Bali)
Pengumuman tersebut muncul hanya selang sekitar 7 menit setelah pilot menginstruksikan "Prepare for Landing" (Persiapan Mendarat) kepada awak kabin.
(Baca Juga Berita Terkait: Reschedule Tak Beres, Penumpang Citilink ke Bali Kecewa)
Saat itu sekitar pukul 07.40 Wita.
Jika sesuai jadwal, Citilink yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, pukul 05.40 WIB itu semestinya mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar pada pukul 07.45 waktu Denpasar.
Atau setelah sekitar 1 jam 5 menit penerbangan.
Waktu tempuh penerbangan Surabaya-Denpasar akhir-akhir ini memang lebih lama dari biasanya yang sekitar 50 menit.
Ini karena sejak adanya abu letusan Gunung Raung, penerbangan sepertinya menempuh rute lebih panjang untuk menjauhi kawasan Gunung Raung.
Untuk diketahui, waktu Denpasar (Wita) lebih maju 1 jam daripada waktu Surabaya (WIB).
Karena harus menunggu pergerakan pesawat VVIP dari landasan pacu Bandara Ngurah Rai itu, Citilink baru mendarat pukul 08.15 atau molor 30 menit dari jadwal.
Selama 30 menit itu, pesawat jenis Airbus A-320 yang penuh penumpang itu mengitari wilayah udara Denpasar dan sekitarnya.
Diperkirakan, pesawat kepresidenan yang akan lepas landas itu ditumpangi oleh Wapres Jusuf Kalla (JK) dan rombongan.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Wapres JK sempat tertahan di Bali setelah Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup pada Rabu (22/7/2015) pukul 12.00 WIB akibat langit Denpasar diselimuti abu semburan Gunung Raung. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Posted by Tribun Bali on 22 Juli 2015
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
— Tribun Bali (@Tribun_Bali) July 23, 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/citilink-di-udara_20150723_093235.jpg)