Sampah Bertebaran, Menjangan Sampai Makan Sampah Plastik
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Dewa Ketut Puspaka merasa kesal ketika mengetahui Pulau Menjangan masih belum dikelola dengan baik, Kamis
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Dewa Ketut Puspaka merasa kesal ketika mengetahui Pulau Menjangan masih belum dikelola dengan baik, Kamis (6/8/2015).
Ia menilai, Pulau Menjangan sebagai destinasi wisata yang berpengaruh terhadap perkembangan pariwisata di Buleleng masih belum memiliki sarana prasarana yang menunjang aktivitas pariwisata.
Antara lain tidak adanya kamar mandi dan air bersih di dalam pulau tersebut.
Dermaga di Pos II yang sudah putus hingga tiga tahun tetapi tidak kunjung diperbaiki, hingga tidak adanya tempat untuk menampung sampah.
Selama ini pemandu wisata mensiasati dengan menghimbau kepada wisatawan agar tidak membuang sampah di dalam pulau, atau membawa pulang kembali sampah yang dibuang di dalam pulau. Namun, tidak sedikit wisatawan maupun pemedek yang masih belum memahami arti pentingnya menjaga kebersihan di dalam pulau tersebut.
“Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana karena tertarik dengan panorama yang dipromosikan indah. Tetapi sesampainya di sana mereka tidak didukung infrastruktur yang memadai. Tidak adanya kamar mandi, tidak ada tempat penampungan sampah, sampai dermaga yang sudah patah bertahun-tahun juga dibiarkan, ini kan memprihatinkan,” ujarnya.
Bahkan, Menjangan yang hidup di dalam pulau tersebut tidak jarang terlihat memakan sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh pengunjung.
Kondisi ini karena ketika musim kemarau, rerumputan dan tumbuhan-tumbuhan di dalam pulau mengering akibat tidak adanya cadangan air. Ia khawatir menjangan di dalam pulau akan punah. Padahal pulau ini dikenal dengan habitat menjangannya.
“Beberapa kali saya ke Pulau Menjangan, memang di sana tidak seindah seperti saya bayangkan sebelum ke sana. Satwa Menjangan banyak makan sampah yang dibuang pengunjung. Ini akan mengancam keberlangsungan hidup satwa ini, jangan sampai kita tidak bisa lihat Menjangan lagi di Pulau Menjangan,” katanya.(*)