Citizen Journalism

Kebersamaan Kuningan di Tokyo

Dalam rangka menyambut Hari Raya Kuningan pada 25 Juli 2015, saya mengadakan acara di apato (rumah) di Takasaki, Tokyo, Jepang.

Kebersamaan Kuningan di Tokyo
istimewa

TRIBUN-BALI.COM - Dalam rangka menyambut Hari Raya Kuningan pada 25 Juli 2015, saya mengadakan acara di apato (rumah) di Takasaki, Tokyo, Jepang.

Kami merayakan dengan alat seadanya, karena alat-alat yang biasa kita pakai di Bali susah kami dapatkan di Tokyo. Seperti daun kelapa untuk tamiang dan canang.

Acara kami mulai dari pukul 20.00 sampai selesai. Acara terpaksa kami adakan malam hari karena kendala waktu. Kalau siang hari, masih ada yang bekerja.

Yang penting, walaupun tinggal jauh di Tokyo, kami tidak pernah lupa untuk beryadnya.

Kami tetap memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, semoga kami selalu dalam lindungan-Nya.

Di sini, juga ada istilah desa adat yang kami gunakan. Namun karena waktu dan situasi, maka kami tidak bisa merayakan bersama.

Nama desa adat kami: Dwipa Bali Asahi Tokyo & Nagoya. Kami terdiri dari 200 orang. Satu adat terdiri dari beberapa banjar. Di antaranya ada Chiba, Ibaraki, Nishi Kawaguchi, Takasaki dan Nagoya.

Saat acara, dihadiri juga pembina kami sekaligus pemilik Yayasan Dwipahara Bali, I Nengah Cenik Eka Dwiana (Vanmonjong).

Saat Kuningan yang lalu, karena kendala tempat dan waktu, acara makan-makan diadakan di apato (rumah) masing-masing. Di antaranya di Takasaki, Kawaguchi, Ibaraki, Chiba, dan Nagoya.(*)

Penulis: Gepenk JP
Banjar Bali Takasaki, Tokyo

Ingin menjadi penulis di rubrik citizen journalism Tribun Bali? Klik Link Ini

Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved