Melarat di Pulau Surga

20 Tahun Mereka Hidup di Gubuk, Empat Anaknya Putus Sekolah

Rumah berukuran 4x5 meter berdiri di tengah perkebunan di kawasan Desa Siakin, Kintamani, Bangli, Bali.

20 Tahun Mereka Hidup di Gubuk, Empat Anaknya Putus Sekolah
Tribun Bali/ I Putu Darmendra
I Nyoman Alus (45), didampingi istrinya Ni Nyoman Rekin (40) dan putri bungsunya, Ni Kadek Monik (3). Merekaberharap ada bantuan pemerintah. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Rumah berukuran 4x5 meter berdiri di tengah perkebunan di kawasan Desa Siakin, Kintamani, Bangli, Bali.

Gubuk yang difungsikan sebagai rumah ini sudah berdiri selama 20 tahun lamanya.

Selama itu pula tak pernah ada bantuan dari pemerintah.

"Kalau saya bicara, saya tidak enak, tapi memang tidak pernah ada bedah rumah. Tidak ada bantuan biaya sekolah,” kata I Nyoman Alus (45).

Selama ini dia membangun sendiri.

(BACA JUGA: Sebelum Lompat Dari Lantai 3 Sekolahnya, Siswa IPA SMAN 1 Singaraja Ini Tulis Kisah Asmara di Bukunya)

Jika ada kayu yang sudah lapuk, dia ganti sendiri dengan mencari kayu di hutan.

Alus yang kemarin didampingi istrinya Ni Nyoman Rekin (40) dan putri bungsunya, Ni Kadek Monik (3) juga berharap ada bantuan pemerintah.

"Kalau boleh berharap, saya harap ada keadilan untuk saya dari pemerintah. Entah apa sebab saya tidak mendapatkan apa-apa, hanya bantuan beras yang pernah saya rasakan dulu," harapnya yang bekerja sebagai buruh di perkebunan ini.

Di gubuk inilah dia menghabiskan waktunya bersama istri dan anaknya.

Halaman
123
Tags
Bangli
Bali
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved