Waspada, Trafficking di Bali Bermodus Pengiriman Penari ke Jepang

Mereka anak-anak muda Bali yang rentan dijual di Facebook untuk tujuan pornografi dan pekerja seks.

Waspada, Trafficking di Bali Bermodus Pengiriman Penari ke Jepang
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi Penari Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - The 8th Summer Institute In International Humanitarian Law & Human Rights sudah berlangsung sebanyak tiga kali di Bali.

Tahun ini dibahas mengenai perdagangan manusia, "Combatting Trafficking in Persons : Takes a Village to Move a Mountain" dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Unud, di Aula FH Unud, Denpasar, Bali, Jumat (14/8/2015).

Berbicara mengenai perdagangan manusia, Luh Putu Anggreni, SH dari LBH Apik mengungkapkan, Bali mengalami tantangan besar karena banyak modus yang dilakukan untuk mengirim orang ke luar negeri.

"Kasus trafficking di Bali ada yang memakai modus pengiriman penari ke Jepang dengan visa impresariat dari Dinas Pariwisata Bali," ujar Anggreni.

Mereka anak-anak muda Bali yang rentan dijual di Facebook untuk tujuan pornografi dan pekerja seks.

"Bali sebagai daerah pariwisata memiliki potensi yang besar dijadikan modus trafficking untuk prostitusi perempuan dan anak dari luar daerah," ungkap Anggreni.

Divisi Hukum dari Migrant Care, Syaipul Anas sangat berharap pemerintah mewujudkan imigrasi yang aman.

Ada beberapa advokasi amandemen dan revisi perundang-undangan yang ditawarkan.

Seperti revisi UU No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved