Berhati-hatilah, Trafficking Sasar Lulusan Sekolah Pariwisata, Ini Modusnya

Anggreni menyarankan agar ketika melamar pekerjaan itu harus teliti mengenai fasilitas yang diberikan, terlebih jika di luar negeri.

Berhati-hatilah, Trafficking Sasar Lulusan Sekolah Pariwisata, Ini Modusnya
net
Ilustrasi 

Setelah proses panjang, akhirnya penari itu bisa pulang dan lepas dari jerat pelaku humman trafficking.

“Kejadian ini tahun 2002, saat itu tidak diketahui berapa orang yang dari Bali mengalami hal serupa,” ulasnya saat berbicara di seminar mengenai perdagangan manusia di Universitas Udayana (Unud).

Anggreni yang aktif juga di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar ini, menjelaskan human trafficking di Bali ada berbagai macam bentuknya.

Modus yang paling sering itu seperti pekerja spa plus-plus, pekerja kafe.

Kemudian menyasar juga lulusan sekolah pariwisata yang ingin bekerja ke luar negeri.

Modus trafficking itu alurnya mulai dari perekrutan, pengiriman, penampungan selanjutnya disebar di daerah tertentu.

Anggreni menyarankan agar ketika melamar pekerjaan itu harus teliti mengenai fasilitas yang diberikan, terlebih jika di luar negeri.

"Calon pekerja harus tahu dokumen-dokumen penting yang harus disepakati seperti dokumen kontrak," tuturnya.

Dia juga mengingatkan, Bali mengalami tantangan besar karena banyak modus yang dilakukan.

Halaman
123
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved