Citizen Journalism

Merayakan Kemerdekaan dalam Lumpur Mangrove

Mangrove yang kami tanam mulai dari bulan Februari 2015 ini kini sudah tumbuh daun.

Merayakan Kemerdekaan dalam Lumpur Mangrove
istimewa
Tim Mangrove for Love menanam mangrove ini di sekitar Kampung Kepiting, Tuban, Bali. 

MANGROVE for Love mengadakan piket rutin setiap minggunya, termasuk pada Sabtu (16/08/2015). Piket ini dilakukan untuk membersihkan areal tanam mangrove yang ditumbuhi sekitar 1.500 pohon mangrove yang berada di Ekowisata Kampoeng Kepiting, Tuban.

Tim dari Mangrove for Love mengadakan pembersihan pagi atau sore hari tergantung pasang surut air laut. Biasanya tim yang berada dalam Gerakan Earth Hour Denpasar ini memposting jadwal selang beberapa hari sebelum kegiatan bersih-bersih dilakukan. Begitu juga dalam piket kali ini mengundang komunitas lainnya.

Mangrove yang kami tanam mulai dari bulan Februari 2015 ini kini sudah tumbuh daun. Tim Mangrove for Love menanam mangrove ini diawali dengan tahapan mencari buah untuk bibit, pembibitan, penanaman hingga pembersihan setiap minggunya.

Banyak sampah dan alga yang menyangkut pada pohon mangrove yang ditanam. Ini dikarenakan pohon berada di daerah hilir yang memang sebagai akhir dari pembuangan segala sampah dari hulu.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga ekosistem mangrove agar tetap berfungsi sebagai benteng pertahanan laut.

Maka itu, tim Mangrove for Love juga tidak mau kalah untuk merayakan HUT Indonesia ke-70 di rawa-rawa. Bendera yang kami bawa juga kami cabut kembali karena apabila dibiarkan akan merusak mangrove sendiri.

Ini merupakan salah satu bukti cinta kasih remaja khususnya terhadap tanah airnya. Mungkin untuk menanam mangrove itu mudah, tapi merawat mangrove penuh perjuangan.

Begitu juga bagi kemerdekaan Indonesia, saat menyatakan merdeka itu mudah tapi perlu pertumpahan darah untuk meraihnya. Pesan kami teruslah menjaga lingkungan sekitar dalam rangka menghargai Tanah Air Tercinta. Meskipun orang biasa mendaki gunung untuk mencerminkan perjuangan, tapi berjalan di lumpur juga tak kalah melelahkan. (*)

Kiriman: Maya Panda
Tim Mangrove For Love

Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved