Liputan Khusus

BPS: Tiongkok Peringkat Nomor 1 Penjualan Barang ke Bali

Sebetulnya, kerajinan perak hand made dari Celuk memiliki nilai artistik dan daya tarik tersendiri, yang memikat penggemar kerajinan perak Amerika

BPS: Tiongkok Peringkat Nomor 1 Penjualan Barang ke Bali
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang perajin cangkang akik di Celuk, Gianyar, sedang menunjukkan hasil karyanya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan, perhiasan yang didatangkan (diimpor) Bali dari Tiongkok mengalami lonjakan dari waktu ke waktu.

Yang termasuk dalam kategori impor perhiasan itu adalah cangkang akik.

Secara year on year (yoy), peningkatan impor perhiasan dari Tiongkok mencapai 23,84 persen.

(Cangkang Titanium Produksi Tiongkok Hanya Rp 50 Ribu dan Variatif)

Rinciannya: pada Juni 2014 Bali mendatangkan (impor) perhiasan dari Tiongkok senilai 459.088 dolar AS, dan pada Juni 2015 nilai impor dari Tiongkok sudah mencapai 568.544 dolar AS.

Tiongkok juga tercatat menduduki peringkat nomor 1 sebagai negara yang banyak menjual barang-barangnya ke Bali.

Sekretaris Asosiasi Perak Bali, I Wayan Wijaya, mengakui bahwa anjloknya pesanan kerajinan tangan Bali yang berbahan kuningan, titanium dan alpaka sangat dirasakan dampaknya oleh perajin. 

(Cangkang Akik Tiongkok Kuasai Bali, Perajin Lokal di Celuk Kelimpungan)

“Apalagi, jika berbicara perak, pasar ekspornya sekarang benar-benar lesu. Ibaratnya, jika dulu ada sampai 100 pekerja untuk satu usaha kerajinan perak, sekarang 90 persen pekerjanya sudah beralih kegiatan,” kata Wijaya.


Seorang perajin cangkang akik di Celuk, Gianyar, sedang membuat cangkang akik. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sebetulnya, kerajinan perak hand made dari Celuk memiliki nilai artistik dan daya tarik tersendiri, yang memikat penggemar kerajinan perak dari Amerika dan Eropa.

“Tapi, kini permintaan di Amerika dan Eropa menurun. Sudah begitu, barang-barang kerajinan yang sama dari Thailand dan Vietnam juga menyaingi kita di pasar dengan harga jauh lebih murah,” ucap Wijaya.(*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved