Melarat di Pulau Surga

Kasihan, Nenek 90 Tahun Ini Menempati Gubuk Reyot yang Hampir Rubuh

Kendati jemarinya gemetar, perlahan satu persatu katik sate berhasil ia buat.

Kasihan, Nenek 90 Tahun Ini Menempati Gubuk Reyot yang Hampir Rubuh
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Dong Supir (90 tahun) duduk di tangga gubuknya yang hampir rubuh di Banjar Dinas Mampeh, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli. Ia membutuhkan bantuan dermawan untuk merehabilitasi gubuknya. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Jumat (4/9/2015) pagi, Ni Nyoman Supir duduk menyilangkan kaki di bale daje tempatnya berteduh.

Dua anjing peliharaannya terus menggonggong, namun tak sedikit pun memengaruhi aktivitasnya.

(Baca Juga Berita Terkait: Ringkih dan Tinggal di Gubuk Reyot, Dadong Supir Tetap Semangat Kerja)

Seleg (tekun) sekali dadong (nenek) ini me-nyebit (membelah) potongan bambu untuk dijadikan katik sate.

Dong Supir rupanya masih belum menyadari kedatangan Tribun Bali.


Dong Supir (90 tahun) duduk di dalam gubuknya yang hampir rubuh di Banjar Dinas Mampeh, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli. (TRIBUN BALI/I PUTU DARMENDRA)

Matanya terfokus pada bambu dan pisau pengiris yang dipegangnya.

Satu persatu potongan bambu itu diirisnya menipis.

Sampai segenggam, wanita renta yang tinggal di Banjar Dinas Mampeh, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Bali ini langsung menjemurnya ke luar.

"Ngerereh sire (nyari siapa)," tanya Dong Supir.

Langkahnya ringkih perlahan menuruni tiga anak tangga rumah kesayangannya.

Halaman
1234
Tags
Bangli
Bali
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved