Melarat di Pulau Surga

Ringkih dan Tinggal di Gubuk Reyot, Dadong Supir Tetap Semangat Kerja

"Maan pis ngadep katik sate, nto ane bliange bass, tahu ajak tempe. Yen gelem san, mare je nyak ngidih"

Ringkih dan Tinggal di Gubuk Reyot, Dadong Supir Tetap Semangat Kerja
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Dong Supir (90 tahun) duduk di tangga depan gubuknya yang hampir rubuh di Banjar Dinas Mampeh, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sudah berpuluh-puluh tahun Dong Supir (90) menempati gubuk reyot yang sangat disayanginya, di Banjar Dinas Mampeh, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Bali.

Kondisinya sudah sangat tidak layak huni, sebab jika hujan, airnya deras masuk ke kamar.

(Baca Juga Berita Terkait: Kasihan, Nenek 90 Tahun Ini Menempati Gubuk Reyot yang Hampir Rubuh)

Jika panas, matahari terik menyengat.

Jika diterpa angin, tampaknya gubuk itu menunggu waktu untuk rubuh. Gubuk itu ada di pekarangan rumah yang di sisi lainnya juga berdiri beberapa bangunan lain.


Dong Supir (90 tahun) duduk di tangga gubuknya yang hampir rubuh di Banjar Dinas Mampeh, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli. (TRIBUN BALI/I PUTU DARMENDRA)

Namun, Dong Supir bertahan menempati gubuk tersebut.

Saat hujan, keluarga membantunya pindah, namun terkadang ia tidak mau dipindahkan.

Perlu sedikit bujukan untuk meluluhkan hatinya.

Ini karena Dong Supir tidak ingin merepotkan keluarganya yang lain.

"Dadong ten nyak mekisid uli bale daje. Yen ujan mare je nyak (nenek tidak mau pindah dari bale daje. Kalau hujan baru dia mau pindah)," ucap Subur yang masih anggota keluarganya.

Halaman
123
Tags
Bangli
Bali
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved